advertorial

UMKM JOGJA Padukan Desain Modern dengan Sentuhan Alam

Deddy Effendy Anakottapary sebagai owner dari Palem Craft Jogja ketika ditemui di gerainya di Jogja, Jl KHA Dahlan No 8, Jumat (16/12/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja) Deddy Effendy Anakottapary sebagai owner dari Palem Craft Jogja ketika ditemui di gerainya di Jogja, Jl KHA Dahlan No 8, Jumat (16/12/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)

UMKM Jogja kali ini memadukn sentuhan alam dan modern.

Madiunpos.com, JOGJA — Palem Craft Jogja berdiri sejak 16 tahun yang lalu. Produk-produknya merupakan kerajinan yang memadukan desain modern dengan sentuhan alam. Karya yang dihasilkan pun menjadi idola pasar ekspor.

Deddy Effendy Anakottapary sebagai owner dari Palem Craft Jogja mengatakan, produk yang dibuat memang berbasi alam misalnya kerang, biji-bijian, kayu, limbah kayu, batu apung, rotan, serta daun-daunan.

“Ternyata material alam di Indonesia sangat melimpah dan setelah jadi produk punya nilai lebih. Semua didesain sendiri, produksi sendiri, dan dipasarkan langsung ke pembeli,” ujar dia kepada Harianjogja.com di Gerai Palem Craft Jogja Jl KHA Dahlan No 8, Jumat (16/12/2016).

Ia mengatakan, setelah mengeksplorasi bahan alam, ia menemukan banyak peminat atau pembeli dari luar negeri. Meskipun memiliki jati diri sebagai UKM, sistem manajemen diterapkan dengan ketat. Pembukuan juga dilakukan dengan tertib. Kualitas dan kemasan dalam pengiriman semua berstandar internasional.

“Kami sudah lengkapi dokumen ekspor pakai nama kami sendiri dan kayu yang digunakan sudah memiliki SVLK. Untuk elektrikal kami datangkan dari Tiongkok yang sudah tersertifikasi juga. Bahan yang digunakan ramah lingkungan dan bersertifikasi,” ungkap dia.

Dengan memiliki sertifikat, produk menjadi memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan kompetitor. Pelanggan akan lebih yakin dengan produk tersebut. “Pasar luar negeri itu ketat. Konsumennya benar-benar memperhatikan apakah produk itu aman dan bersertifikasi. Pasar lokal inilah yang harus diedukasi,” kata dia.

Hasil produksi mayoritas untuk keperluan ekspor. Adapun negara tujuannya Amerika Serikat, Djibouti, Jamaika, dan beberapa negara di Eropa lainnya. Dalam setahun, minimal ada satu kali pengiriman ke negara tujuan. Namun, ada pula yang pesan hingga empat kali.

Produk yang disediakan misalnya lampu, vas, guci, cermin, lilin, Produknya ada jenis nya lampu, vas, guci, cermin, lilin, dekorasi, meja, kursi, dan beberapa produk lainnya. Pesanan yang datang dari luar negeri didominasi lampu dan vas degan porsi 60%. Sisanya merupakan kombinasi dekorasi dan furnitur kecil.

“Kami juga masih meraba-raba pasar di Rusia yang memang belum bisa temukan celah. Selain itu, untuk Korea juga belum bisa masuk. Kalau Australia, kami sudah bisa masuk, tapi memang kondisi ekonomi di sana yang sedang kurang bagus,” kata dia.

Ia mengatakan, minimal satu kontainer produk dikirimkan untuk masing-masing negara tujuan. Namun, ada pula yang gabungan dengan produk dari perajin lainnya. Untuk memproduksi pesanan, ia mempekerjakan 15 tenaga kerja. Namun, ia juga memiliki binaan kluster di Bantul sebanyak 50 hingga 100 orang. Jumlahnya binaan yang digandeng tergantung dari kebutuhan produksi. Mereka semua sudah dibina agar memiliki standar kualitas yang laku di pasar internasional.

Iklan Baris

    No items.