advertorial

KEJURNAS TENIS JUNIOR Kontingen Solo Tersendat

Ilustrasi Tenis (Dok/JIBI/Solopos)Ilustrasi Tenis (Dok/JIBI/Solopos)

Kejurnas tenis junior digelar di Solo.

Madiunpos.com, SOLO — Kedigdayaan petenis junior dari Jateng patut diakui dalam Kejuaraan nasional (Kejurnas) AFR Tenis Remaja 2016.

Petenis junior Jateng yang memiliki ranking tinggi dalam Peringkat Nasional Pelti (PNP) menunjukkan taringnya dalam Kejurnas yang diselenggarakan di Lapangan Tenis Gor Manahan pada hari pertama, Rabu (28/12/2016). Tercatat, mereka rata-rata berhasil lolos ke babak kedua setelah menyingkirkan lawan mereka pada babak penyisihan.

Petenis putra Jateng dari berbagai kelompok umur (KU) seperti petenis KU 10, Diego Armando, dari Pati berhasil lolos ke babak perempatfinal. Sedangkan petenis KU 12, Mustafa Malik Ibrahim, dari Solo berhasil lolos ke babak perdelapan final. Dhimas Rizki Sadewa, petenis KU 16 dari Blora mencatatkan namanya di babak perempatfinal.

Kendati demikian, petenis junior dari Solo harus mengakui keunggulan petenis-petenis junior lain kota lain di Jateng. Hanya ada Mustafa Malik Ibrahim yang berhasil menuju laga lanjutan untuk dapat finis di posisi pertama. Pelatih Junior Tenis Klub, Margono, mengakui keunggulan petenis junior dari daerah lain di Jawa Tengah.

“Kedua atlet saya harus kandas di babak penyisihan. Di KU 10 tahun, Wicaksono Wahyu harus tunduk atas M Fabian Rakan dengan skor 8-4. Di KU 14 tahun, M Aufar Alfat juga harus kalah dari M Adib Athallah dengan skor 6-2,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Kurangnya jam terbang dalam mengikuti Kejurnas disinyalir membuat semangat juang mereka berkurang. Dia mengatakan mentalitas anak didiknya di lapangan terkuras karena jarang mengikuti Kejurnas.

Sementara itu, petenis putri KU 16 tahun dari Kudus, Safa Dheani, optimistis bisa meraih gelar juara setelah menundukkan Elsa Amalia Salsabila di babak penyisihan dengan skor 6-1 6-3. Safa lolos ke babak perdelapan final dan melawan unggulan putri kedua di KU 16 tahun, Isroqul Rahmi.

Terpisah, pemilik Klub Tenis Sukun Kudus dan Klub Tenis Smart Semarang, Terry Sugijati, menerjunkan delapan anak asuhnya dalam Kejurnas AFR tenis Remaja. Dia mengakui rata-rata petenis junior asal Jateng memiliki kekuatan yang sangat bagus.

“Target secara umum dan individu berbeda. Pastinya kami mendorong setiap anak untuk bermain secara maksimal. Urusan juara atau enggak, yang penting mereka sudah bermain dengan maksimal,” pungkasnya.

Iklan Baris

    No items.