advertorial

KEJURNAS TENIS JUNIOR Hujan, Pertandingan Dihentikan

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Kejurnas Tenis Junior digelar di Kota Solo.

Madiunpos.com, SOLO — Pertandingan hari kedua Kejurnas Tenis Junior di Kota Solo terpaksa dihentikan. Alasan pemberhentian pertandingan kejuaraan bertajuk Kejurnas AFR Remaja Cup 2016 itu adalah hujan deras.

Pada pertandingan hari kedua yang digelar di Lapangan Tenis GOR Manahan, Solo, Kamis (28/12/2016), diwarnai dengan gerimis yang turun sekitar pukul 15.00 WIB. Para petenis yang sedang bertanding terpaksa keluar dari lapangan. Gerimis berhenti sementara, kemudian hujan deras langsung mengguyur lapangan.

Panitia akhirnya memutuskan untuk menunda sisa pertandingan hari kedua. Promotor Kejurnas AFR Tenis Remaja 2016, August Ferry Raturandang, menuturkan seluruh pertandingan akan dilanjutkan Jumat (30/12/2016) mulai pukul 08.00 WIB.

“Kebetulan partai perempatfinal sudah hampir habis. Tinggal partai semifinal. Bahkan pertandingan final putra KU 12 tahun yang mempertemukan Irsyad Yanuar Saputra dengan Hafif Aqil Mahesaputra sudah dimulai. Namun terpaksa kami hentikan juga karena cuaca tidak bersahabat,” jelas dia saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis.

Dengan sisa pertandingan yang bisa dibilang tidak sedikit, Ferry berharap Kejurnas yanh digagasnya itu bisa rampung pada Jumat. Sementara itu, unggulan pertama petenis junior KU 10 tahun, Diego Armando, tak terbendung setelah mengalahkan Raphael Dandy Perwira dalam partai semifinal. Raphael terjatuh dan cedera saat skor 6-3.

Kejutan terjadi pada KU 14. Petenis junior dari Sragen, Bagus Abdullah, berhasil mengalahkan petenis unggulan pertama, Dhimas Rizki Sadewa. Dhimas terlihat kelelahan pada babak kedua saat skor 2-0 untuk Dhimas. Akhirnya, dia tak mampu melanjutkan pertandingan karena kecapaian. Padahal Dhimas juga memimpin pada babak bertama dengan skor 6-3.

Bagus tak menyangka bisa lolos ke babak semifinal setelah dewi fortuna menaunginya melawan Dhimas. “Sulit sekali melawan dia. Tapi akhirnya dia tidak dapat melanjutkan pertandingan. Ini tentu menjadi modal yanh besar bagi saya untuk pertandingan semifinal,” terang dia.

Di tempat lain, petenis KU 16 tahun, Febby Wahyu Kusuma, tampil apik saat melawan Donny Catur pada partai semifinal. Febby sempat unggul atas Donny dengan skor 6-3 dan 3-0. Namun sayang pertandingannya harus ditunda karena lapangan diguyur hujan.

“Jadi kendala sekali [saat hujan] seperti ini. Mudah-mudahan daya juang besok saya masih terjaga. Tadi sempat kewalahan melawan Donny karena saya sudah jarang ikut Kejurnas. Dalam tahun ini, saya hanya ikut Kejurnas kali ini,” kata dia.

Iklan Baris

    No items.