advertorial

TENIS DUNIA Murray Mulus di Qatar, Serena Terjungkal di Auckland

Andy Murray menjadi salah satu tumpuan tim Davis Cup Inggris. Ist/bleacherreport.netAndy Murray menjadi salah satu tumpuan tim Davis Cup Inggris. Ist/bleacherreport.net

Tenis dunia diwarnai dengan kemenangan Andy Murray dan kekalahan Serena Williams.

Madiunpos.com, DOHA — Andy Murray memperpanjang rekor kemenangannya di ATP Tour menjadi 25 kali setelah mengempaskan petenis Prancis, Jeremy Chardy, di babak pertama Qatar Open, Rabu (4/1/2017) WIB. Petenis nomor satu dunia tersebut menang secara straight set 6-0, 7-6(2).

Ini menjadi laga kompetitif pertama Muray di 2017. Petenis asal Skotlandia tersebut baru saja dinobatkan dengan gelar Sir oleh kerajaan Inggris. Murray menuntaskan set pertama dengan mulus tanpa hambatan. Namun di set kedua, dia dibuat kerepotan oleh lawannya yang menduduki ranking ke-69 dunia tersebut.

Murray membidik gelar ketiganya di Qatar Open. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade 2016 dan juara Wimbledon 2016 tersebut mengangkat trofi di Doha pada 2008 dan 2009. Ini sekaligus menjadi pemanasan Murray sebelum terjun di grand slam Australian Open 2017.

Di babak kedua, Murray akan berjumpa petenis Australia, Gerarld Melzer.  Murray sepertinya akan meneruskan rekor kemenangannya di turnamen ATP. Suami Kim Sears tersebut tidak terkalahkan di turnamen reguler sejak tumbang dari Kei Nishikori pada perempat final US Open, September lalu. Rentetan kemenangan itu membuatnya mampu mendongkel Novak Djokovic dari kursi ranking satu dunia.

“Dia [Chardy] tidak memulai permainan dengan baik, memang selalu sulit di laga pertama untuk tahun baru namun set kedua dia bermain sangat bagus hingga memberi tekanan keras buatku,” jelas Murray, seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, kejutan terjadi di Auckland Classic, Selandia Baru. Petenis Amerika Serikat, Serena Williams, secara mengejutkan dipaksa angkat koper secara prematur setelah tumbang dari Madison Brengle di babak kedua, Rabu. Serena melakukan 88 kali unforced error. Petenis nomor dua dunia tersebut dipecundangi musuhnya dengan rubber set 4-6, 7-6 (3), 4-6.

“Saya memikirkan permainanku. Saya berusaha memikirkan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan permainanku. Namun begitulah. 88 unforced error itu terlalu banyak. Sangat banyak. Saya harap tidak melakukan kesalahan sebanyak itu,” jelas Serena yang menjadikan Auckland Classic sebagai turnamen perdananya setelah empat bulan absen karena cedera.

Iklan Baris

    No items.