advertorial

LIGA 2 Soal Kericuhan Suporter di Rembang, DPP Pasoepati: Panpel Tak Siap Gelar Pertandingan!

Ricuh PSIR vs Persis (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)Ricuh PSIR vs Persis (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Liga 2 diwarnai dengan kericuhan suporter di laga PSIR Rembang vs Persis Solo.

Madiunpos.com, SOLO — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati menilai munculnya keributan suporter dalam pertandingan PSIR Rembang melawan Persis Solo di Stadion Krida, Rembang, menunjukkan ketidaksiapan panitia penyelenggara (panpel) pertandingan.

Wakil Ketua DPP Pasoepati Ginda Ferachtriawan mengaku heran dengan sikap panpel yang membiarkan suporter masuk stadion sambil membawa botol minuman. Mestinya, kata Ginda, panpel PSIR Rembang mencontoh cara panpel Persis Solo yang mengganti botol minuman dengan plastik bening saat suporter ingin masuk Stadion Manahan.

“Dalam pertandingan kemarin, suporter diperkenankan membawa botol minuman. Itu jelas berisiko. Kalau hal itu bisa diantisipasi sejak dini, mestinya tidak ada upaya pelemparan botol ke lapangan,” papar Ginda saat dihubungi Solopos.com, Senin (17/7/2017).

Ketidaksiapan panpel, kata Ginda, juga bisa dilihat adanya suporter yang membawa batu saat menyaksikan pertandingan. Ginda masih heran dari mana para suporter itu bisa mendapatkan batu-batu itu. Padahal, saat suporter masuk stadion, mereka sudah diperiksa oleh polisi.

“Faktanya, tim pelatih dan pemain di bench mendapat lemparan batu. Batu itu berukuran cukup besar, satu genggaman tangan. Tim pelatih kami sampai harus menunjukkan batu-batu itu ke hadapan panpel dan pengawas pertandingan,” terang Ginda.

Selain itu, Ginda juga menyebut panpel sudah sembrono sudah menempatkan dua suporter berbeda di tribune timur yang hanya dipisahkan oleh teralis besi. Di tribune itu juga tidak ada penjagaan dari aparat keamanan.

“Polisi ada, tapi menjaga bagian bawah tribune. Di tribun sendiri tidak dijaga. Menurut saya itu terlalu berisiko karena bisa membahayakan kedua suporter,” paparnya.

Iklan Baris

    No items.