Ada yang Berbeda di Perempatan Tugu Madiun, Apa Itu?

Pemkot Madiun memasang lampu lalu lintas kuno di perempatan tugu.

Ada yang Berbeda di Perempatan Tugu Madiun, Apa Itu? Lampu lalu lintas kuno di perempatan Tugu Kota Madiun sudah terpasang, Kamis (4/6/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

    Madiunpos.com, MADIUN — Penataan kawasan Jl. Pahlawan, Kota Madiun, terus berlanjut selepas perayaan Lebaran. Pembangunan jalur pedestrian sepanjang jalan itu, mulai dari patung pecel sampai perempatan tugu hampir rampung.

    Bahkan, replika lampu lalu lintas kuno sudah terpasang di simpang empat tugu. Kawasan tersebut pun kini semakin cantik dan terlihat berbeda dari sebelumnya.

    Para pekerja pun terlihat masih melakukan pembangunan jalur pedestrian di jalan itu, Kamis (4/5/2020).

    Alhamdulillah, 5 Pasien Positif Corona di Ponorogo Sembuh

    Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, mengatakan lampu lalu lintas kuno itu telah dipasang di tengah-tengah perempatan tugu pada Rabu (3/6/2020) malam. Lampu lalu lintas kuno itu memiliki ketinggian sekitar lima meter.

    Dia menyampaikan lampu lalu lintas ini nantinya akan menjadi salah satu ikon di Kota Madiun. Pemerintah juga berencana menambahkan tugu nol kilometer di kawasan tersebut.

    “Kawasan itu memang dirancang untuk ditata seperti dahulu. Jadi unsur-unsur mengapa kawasan itu dinamakan tugu akan dihidupkan lagi,” kata Soeko.

    Berdasarkan penelusuruan sejarah, lanjut dia, kawasan itu disebut kawasan tugu karena terdapat empat unsur dasar. Seperti tugu nol kilometer, lampu lalu lintas, tugu tiang listrik, dan bangunan tinggi yang kini ditempati Toko Bata.

    Dokter Umum di Bojonegoro Positif Corona, Harus Berpisah Dengan Anaknya

    Lampu Lalu Lintas

    Bangunan tersebut masih ada hingga saat ini. Namun tertutup papan reklame sehingga tidak terlihat. Pemkot memastikan izin papan reklame yang menutup bangunan bersejarah itu tidak lagi diperpanjang.

    Soeko menyebut pemkota berencana akan mengembalikan tiga unsur dari empat unsur ciri khas kawasan tugu.

    “Ini juga sebagai pembelajaran bagi masyarakat terkait kawasan itu yang pernah menjadi ikon Kota Madiun pada zaman itu,” terang Soeko.

    Setelah berdiri kokoh di perempatan tugu, lanjut dia, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait nyala lampu agar sesuai dengan lampu lalu lintas yang telah ada di kawasan tersebut. Tetapi yang dihidupkan hanya lampu lalu lintas dari arah timur dan selatan.

    “Direncanakan satu dua hari ke depan sudah bisa berfungsi normal. Lampu lalu lintas ini dipesan dari Boyolalu, Jawa Tengah,” terang dia.

    Soeko menegaskan lampu lalu lintas kuno ini bukan hanya jadi hiasan belaka. Tetapi juga akan berfungsi seperti lampu lalu lintas lainnya.



    Editor : Abdul Jalil

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.