Banjir Bojonegoro membawa serta lumpur yang menutupi jalan.
Madiunpos.com, BOJONEGORO — Banjir bandang yang melanda Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro membawa serta lumpur yang menutupi jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pun terpaksa membersihkan lokasi bekas banjir bandang itu.
Selain jalan yang tertutup Lumpur, banjir bandang di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang itu juga dilaporkan mengakibatkan empat rumah roboh. "Pembersihan jalan yang tertutup lumpur berlangsung sejak dini hari tadi, dan sekarang masih berlangsung," jelas Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Kamis (31/12/2015).
Ia menjelaskan pembersihan jalan yang tertutup lumpur setebal 30 cm dengan panjang sekitar 200 meter di desa itu dilakukan dengan memanfaatkan alat berat. Pembersihan jalan, lanjutnya, dilakukan petugas BPBD dengan dibantu personel dari Kodim 0813, kepolisian resor (polres), dan masyarakat.
"BPBD juga membuka dapur umum untuk membantu warga yang belum bisa bekerja. Warga belum bekerja karena masih membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumahnya," katanya.
Bojonegoro-Nganjuk
Kendati banjir bandang sudah surut dan kendaraan ringan dan berat sempat tak aman melintas. Setelah lumpur yang menutupi jalan itu disingkirkan arus lalu lintas kembali meluasa di jalan Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, yang menghubungkan Bojonegoro dan Nganjuk.
"Sekarang kendaraan sudah bisa lewat, tapi ketika terjadi banjir bandang sempat beberpa jam jalan tidak bisa dilalui kendaraan," ucapnya.
Ia menyebutkan banjir bandang yang melanda Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Rabu (30/12/2015) pukul 19.00 sampai pukul 24.00 WIB. "Banjir bandang terjadi karena Kali Sugihan tidak mampu menampung air hujan yang berlangsung sekitar 2 jam, sehingga airnya melimpas," katanya.
Sesuai laporan yang diterima, banjir bandang yang airnya bercampur lumpur menerjang 310 rumah warga, dengan ketinggian sekitar 2 meter. Dalam kejadian banjir bandang itu, dua rumah milik Tarip, 65, Aziz, 43, dan Gito, 28, roboh. "Besarnya kerugian akibat banjir bandang masih dihitung muspika dibantu perangkat desa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir bandang di desa setempat," ucapnya.
Bisa Terjadi Lagi
Kasi Operasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, menambahkan banjir bandang yang terjadi di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, disebabkan rusaknya daerah tangkapan air di kawasan setempat.
"Hutan di wilayah selatannya sudah gundul, sehingga desa setempat rawan diterjang banjir bandang. Bahkan, banjir bandang bisa terjadi beberapa kali selama musim penghujan," katanya, menegaskan.
Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More
Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More
This website uses cookies.