Kategori: News

BENCANA PACITAN : Lumpur Dampak Banjir Masih Tutupi Sebagian Jalan dan Selokan

Bencana Pacitan, lumpur yang menjadi dampak bencana banjir sulit dibersihkan.

Madiunpos.com, PACITAN -- Dampak bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pacitan dan sekitarnya masih dirasakan. Salah satunya yaitu timbunan material lumpur di sepanjang jalan dan rumah yang dilewati banjir bandang yang terjadi pada Selasa (28/11/2017).

Pantauan Madiunpos.com di wilayah Pacitan, Jumat (8/12/2017), timbunan lumpur masih terlihat di pinggir jalan-jalan di Pacitan.

Komandan Tanggap Darurat bencana di Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan saat ini masih banyak terdapat lumpur sisa banjir yang tersebar di seluruh wilayah kota. Pembersihan lumpur masih sekitar 15% sehingga masih banyak titik yang terendam lumpur.

Dandim Pacitan itu mengaku kesulitan untuk membersihkan lumpur tersebut karena kondisinya sudah mengeras. Terutama, kata dia, lumpur yang tertimbun di selokan-selokan.

"Itu butuh waktu. Seluruh wilayah yang dilewati banjir masih ada lumpurnya. Mulai Arjowinangun, Ploso, dan lainnya," ujar dia kepada wartawan.

Menurut Aris, lumpur tersebut seperti tanah liat sehingga saat kondisinya setengah kering lengket, saat basah juga susah dicangkul, dan saat kering juga sulit untuk dibersihkan. Sehingga petugas butuh waktu cukup lama untuk membersihkan lumpur itu.

Pada awalnya material lumpur itu dimasukkan dalam karung dan kemudian digunakan untuk menutup tanggung yang jebol. Namun, saat ini material lumpur itu diratakan karena kebutuhan untuk tanggul sudah terpenuhi.

Aris menampaikan beberapa waktu lalu ada 1.000 Tagana dan relawan dari Kementerian Sosial yang terjun di Pacitan. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah sukarelawan yang saat ini ada di Pacitan.

Dalam rilis yang diterima Madiunpos.com, Kementerian Sosial mengerahkan 1.000 Tagana dan sukarelawan untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran pasca-banjir.

Tim disebar di tiga titik yang menjadi daerah terparah akibat banjir yaitu di Pondok Pesantren Tremas, Ploso Kidul, dan Ploso Kalor.

"Kegiatan ini merupakan supporting dari teman-teman relawan dari seluruh Indonesia bahkan dari dunia Internasional, kepada situasi yang terjadi di Pacitan," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Margowiyono.

Rohmah Ermawati

Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati

Berita Terkini

Pegadaian Ajak Masyarakat Berinvestasi Aman di Era Digital

Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More

11 jam ago

Pegadaian Raih Penghargaan OJK Financial Literacy Award 2025

Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More

5 hari ago

Komitmen Dukung Generasi Emas, Pegadaian Beri Apresiasi Tabungan Emas untuk Paskibraka Nasional 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More

6 hari ago

Berjaya di Tingkat Global, Pegadaian Sabet Penghargaan PMO Terbaik Asia-Pasifik

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More

1 minggu ago

Distribusikan Uang Layak Edar hingga ke Pelosok, Pegadaian Sabet Penghargaan BI

Madiunpos.com, JAKARTA--PT Pegadaian menyabet penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia (BI) berkat peran strategisnya… Read More

1 minggu ago

Kolaborasi Pegadaian & Relawan Bakti BUMN Batch VIII, Bangun Desa Aan di Bali Lebih Mandiri

Madiunpos.com, BALI – Pegadaian kembali rajut kolaborasi bersama Relawan Bakti BUMN untuk pembangunan desa dengan… Read More

1 minggu ago

This website uses cookies.