Kategori: News

FENOMENA ALAM BOJONEGORO : Semburan Lumpur di Desa Jari Berhenti, Tapi...

Fenomena alam Bojonegoro yakni semburan lumpur di Desa Jari telah berhenti.

Madiunpos.com, BOJONEGORO - Sejak tiga hari lalu, semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, berhenti. Namun di lokasi semburan yang diberi batas garis polisi masih mengeluarkan gas bercampur air.

Perangkat Desa Jari, Waki, mengatakan di lokasi semburan masih ada tiga titik yang mengeluarkan gas bercampur air dengan kondisi tidak lagi keruh, tapi jernih.

"Semburan gas di lokasi masih ada, karena di tiga titik semburan muncul gelembung-gelembung udara," ucap dia di Bojonegoro, Senin (25/4/2016).

Dia memberikan gambaran tiga titik semburan yang mengeluarkan gelembung, kini mengelompok menjadi satu kubangan. Sedangkan Sungai Keramat, yang menjadi buangan semburan air bercampur lumpur, yang semula keruh, sekarang menjadi jernih.

Waki menambahkan ahli tektonik dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Jatmika Setiawan, dengan peneliti lainnya memastikan air yang keluar dari semburan baik bagi tanaman.

"Air yang keluar dari semburan tidak berbahaya, justru bagus untuk tanaman, karena mengandung zat yang menyuburkan tanaman," kata Waki.

Meski semburan lumpur berhenti, kata dia, warga yang mengunjungi Desa Jari tidak berkurang, bahkan meningkat. Mereka datang dari luar daerah, seperti Surabaya, Nganjuk, dan lainnya.

"Pengunjung tetap mendekat, meskipun ada papan larangan awas gas berbahaya dan tanah ambles," terang dia.

Sekretaris Kecamatan Gondang, Bojonegoro Basuki, menegaskan semburan gas yang keluar tidak berbahaya. "Tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta tidak hanya menyatakan semburan tidak berbahaya, bahkan langsung mencoba lumpur yang keluar dari semburan langsung dijilat," kata dia.

Dia menyatakan Tim UPN Veteran Yogyakarta meminta papan pengumuman awas gas beracun dan tanah ambles yang dipasang Dinas ESDM Bojonegoro di tiga lokasi di kawasan setempat dicopot.

"Tim UPN Veteran Yogyakarta menyarankan lokasi Jari, dikembangkan sebagai lokasi objek wisata, agar ada pemasukan bagi desa," beber dia.

Peneliti Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Yogyakarta Hanik Humaida, belum bisa menjelaskan hasil penelitian terkait contoh air, lumpur dan gas yang diambil dari lokasi semburan Jari.

"Uji laboratorium kandungan gas, air dan lumpur di Jari, kemungkinan baru selesai pekan ini," ucap dia.

Semburan lumpur bercampur air dan gas di Desa Jari, Kecamatan Gondang, diketahui warga pada 7 April 2016, yang sebelumnya didahului dengan gempa dengan berkisar 2,5-4 Skala Richter.

Rohmah Ermawati

Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati

Berita Terkini

Perkuat Pemberdayaan Pandai Besi Binongko, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Jalin Kerja Sama

Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More

1 hari ago

Konsisten, PT Pegadaian Pertahankan Predikat Most Trusted Company dalam Ajang CGPI 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More

3 hari ago

Torehkan Sejarah, Tim Pegadaian Raih Juara Dunia PMO Global Awards 2025 di Amerika Serikat

Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More

4 hari ago

Malam Penganugerahan Sukses Digelar, Inilah Para Jawara Pegadaian Media Awards 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More

1 minggu ago

Pengguna Tring! by Pegadaian Tembus 2 Juta

Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More

2 minggu ago

Penguatan Ekosistem Bullion melalui Forum Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets

Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More

2 minggu ago

This website uses cookies.