Imbas Wabah Corona, KA Logawa dan KA Gaya Baru Malam Selatan Diistirahatkan Hingga 17 Juni

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan sementara dua kereta api jarak jauh yaitu KA Logawa dan KA Gaya Baru Malam Selatan mulai 1 April 2020.

Imbas Wabah Corona, KA Logawa dan KA Gaya Baru Malam Selatan Diistirahatkan Hingga 17 Juni Kondisi di Stasiun Madiun cukup lengang dan hanya terlihat beberapa penumpang yang naik maupun turun dari kereta api, Kamis (26/3/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

    Madiunpos.com, MADIUN — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan sementara dua kereta api jarak jauh yaitu KA Logawa dan KA Gaya Baru Malam Selatan mulai 1 April 2020. Penghentian sementara dua KA yang melewati wilayah Daop Madiun ini sebagai imbas merebaknya virus corona atau Covid-19.

    “Ada dua KA yaitu KA Logawa relasi Jember-Purwokerto dan KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen dibatalkan seluruh perjalanannya dari tanggal 1 April sampai 17 Juni 2020. Kalau di wilayah Daop Madiun hanya dua KA itu yang dibatalkan seluruh perjalanannya,” jelas Manajer Humas KAI Daop VII Madiun, Ixfan Hebdriwintoko di Stasiun Madiun, Kamis (26/3/2020).

    Dia menuturkan sejak merebaknya virus corona memang kondisi stasiun dan tingkat keterisian penumpang dari seluruh kereta api mengalami penurunan yang sangat tajam. Bahkan rata-rata per hari jumlah penumpang datang dan berangkat dari Stasiun Madiun hanya sekitar 500 orang. Padahal pada hari biasa jumlah penumpang datang dan berangkat di Stasiun Madiun bisa mencapai 4.000 orang.

    Dua kereta api tersebut juga mengalami penurunan penumpang yang sangat signifikan. Seperti KA Logawa relasi Purwokerto-Jember yang tiba di Stasiun Madiun pada Kamis siang terlihat banyak kursi penumpang yang kosong.

    PT KAI Madiun Batalkan Sejumlah Perjalanan Kereta Api

    Secara nasional, kata Ixfan, PT KAI mengurangi jumlah perjalanan KA hingga 19,4% atau sebanyak 103 perjalanan KA per hari mulai 2 April 2020. Sehingga jumlah perjalanan KA yang awalnya sebanyak 532 KA per hari menjadi 429 KA per hari.

    “Pengurangan ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai arahan pemerintah dalam rangka menekan penyebaran virus corona,” jelas Ixfan.

    Pengurangan jumlah perjalanan KA ini dilakukan secara bertahap. Mulai 21 Maret 2020 (tahap 1), 26 Maret 2020 (tahap 2), dan 1 April 2020 (tahap 3). Adapun rincian KA yang dibatalkan sampai dengan tahap 3 adalah 72 KA jarak jauh dan 31 KA lokal. Sehingga jumlah perjalanan KA mulai 2 April 2020 hanya tersisa 429 perjalanan dengan rincian 182 KA jarak jauh dan 247 KA lokal per harinya.

    Jembatan Trunojoyo di Ponorogo Ambrol Karena Sampah Bambu

    “Tidak semua jadwal KA dalam suatu rute perjalanan kami batalkan, yang kami batalkan adalah KA yang memiliki jadwal alternatif, sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain jika tetap memutuskan untuk berangkat,” kata Ixfan.

    Lebih lanjut, Ixfan menuturkan beberapa KA yang mengalami pengurangan relasi antara lain KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Malabar, dan KA Mutiara Selatan. Mulai 25 Maret sampai 17 Juni 2020, empat KA itu hanya melayani rute sampai Bandung saja bukan Gambir maupun Pasarsenen.

    Terkait pembatalan dan perubahan relasi beberapa KA itu, KAI akan menghubungi calon penumpang yang sudah memesan tiket KA tersebut jauh-jauh hari melalui Contact Center KAI 121. Dalam hal penumpang dialihkan ke KA lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, KAI tidak akan mengenakan penambahan biaya.

    Sebaliknya, jika dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan biaya pengembalian selisih harga tiketnya di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal yang tertera di tiket.

    “Namun jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke KA lain dan memilih membatalkan perjalanannya, maka biaya tiket akan kami kembalikan secara penuh 100% di luar bea pesan. Pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun yang telah ditunjuk,” imbuh Ixfan.



    Editor : Abdul Jalil

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.