Kategori: News

Jelang Akhir Jabatan, Bupati Sidoarjo Ditangkap KPK

Madiunpos.com, SURABAYA -- Kepala daerah yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada Selasa (7/1/2020) malam dipastikan adalah Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah atau Abah Ipul. Ia terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.

Mengutip detik.com, Abah Ipul sudah tiba gedung KPK di Jakarta pada Rabu (8/1/2020) pagi sekitar pukul 09.13 WIB. Ia dikawal ketat petugas KPK. Ia memakai kemeja putih dengan jas warna hitam.

"Saya nggak tahu ya, saya belum tahu," kata Saiful Ilah saat ditanya wartawan

Beberapa saat sebelumnya, Ketua KPK, Firli Bahuri, membenarkan adanya penangkapan kepala daerah di Sidoarjo terkait kasus pengadaan baran dan jasa. "KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terkait pengadaan barang dan jasa," kata Firli, Selasa (7/1).

Abah Ipul harus berhadapan dengan hukum di akhir tahu kepemimpinannya. Padahal, politikus berusia 70 tahun itu telah menyiapkan sang putra mahkota, Amir Aslichin, untuk menduduki kursi yang saat ini ia duduki. Nama Amir digadang masuk dalam Pilbup Sidoarjo 2020.

Sebelumnya, Abah Ipul telah menduduki jabatan strategis di Sidoarjo hampir 20 tahun. Karier politik Abah Ipul bermula saat menjadi Wakil Bupati mendampingi Bupati Win Hendarso dalam memimpin Sidoarjo pada 2000 hingga 2010.

Di 2010, Abah Ipul mencalonkan diri menjadi Bupati Sidoarjo dengan menggandeng Hadi Sutjipto. Saat itu, Abah Ipul memenangi kontestasi Pilkada dengan perolehan suara mencapai 60 persen.

Usai 5 tahun menjabat, Abah Ipul maju kembali menjadi petahana dengan menggandeng Nur Ahmad Syaifuddin. Di periode keduanya, Abah Ipul juga mendapat kepercayaan masyarakat Sidoarjo dengan raupan suara mencapai 60 persen.

Namun beberapa bulan menjelang jabatannya habis, Abah Ipul harus berurusan dengan KPK. Sebelum dibawa ke KPK, Saiful sempat diperiksa di Mapolda Jatim.

Rombongan KPK membawa Saiful keluar gedung Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim pagi tadi. Saiful dan beberapa orang itu dibawa penyidik ke Jakarta.

Saiful keluar dari gedung pukul 04.29 WIB. Dengan menggunakan jas, kemeja putih dan kopiah serta masker, Saiful kemudian diberangkatkan penyidik menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dengan menggunakan bus Polda Jatim.

Saat ditanya mengenai kasus apa yang menjeratnya, Saiful menjawab dirinya tidak tahu mengenai kasusnya. Di bawah pengawalan polisi, ia kemudian langsung naik bus dan menyempatkan melambaikan tangan.

Kaled Hasby Ashshidiqy

Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy

Berita Terkini

Berkat Komitmen pada Pelayanan Prima, Pegadaian Raih Penghargaan

Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More

18 jam ago

Pegadaian Ajak Masyarakat Berinvestasi Aman di Era Digital

Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More

2 hari ago

Pegadaian Raih Penghargaan OJK Financial Literacy Award 2025

Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More

6 hari ago

Komitmen Dukung Generasi Emas, Pegadaian Beri Apresiasi Tabungan Emas untuk Paskibraka Nasional 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More

1 minggu ago

Berjaya di Tingkat Global, Pegadaian Sabet Penghargaan PMO Terbaik Asia-Pasifik

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More

1 minggu ago

Distribusikan Uang Layak Edar hingga ke Pelosok, Pegadaian Sabet Penghargaan BI

Madiunpos.com, JAKARTA--PT Pegadaian menyabet penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia (BI) berkat peran strategisnya… Read More

1 minggu ago

This website uses cookies.