Jumlah Kasus DBD Meningkat, Dinkes Jombang Waspada

Jumlah kasus DBD di Jombang meningkat dengan satu pasien meninggal dunia.

Jumlah Kasus DBD Meningkat, Dinkes Jombang Waspada Nyamuk demam berdarah. (Reuters)

    Madiunpos.com, JOMBANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mulai waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, sejak awal tahun hingga pertengahan Februari 2020 jumlah kasus DBD meningkat tajam.

    Bahkan sudah ada bayi perempuan berusia 11 bulan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.

    Berdasarkan data Dinkes, sepanjang Januari 2020 terdapat 21 penderita DBD. Baru memasuki pekan kedua Februari, tercatat 31 orang positif menderita DBD. Para penderita didominasi kelompok usia 5-14 tahun dan 15-44 tahun.

    Polisi Tolak Permintaan Anak Kyai Jombang Untuk Diperiksa di Rumah

    “Tahun ini kasus DBD baru bergerak Januari mulai meningkat, kemudian Februari meningkat 31. Kami harus waspada luar biasa,” terang Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Wahyu Sri Harini, Rabu (12/2/2020), seperti dikutip detik.com.

    Ia mengatakan bayi perempuan yang meninggal dunia akibat DBD berasal dari Kecamatan Kudu. Sebelum meninggal, bayi itu sempat dirawat sekitar sepekan di puskesmas dan RSUD Jombang.

    Sri menampik penyebab meninggalnya bayi penderita DBD karena terlambatnya penanganan. Menurut dia, pihak puskesmas dan RSUD Jombang telah menangani pasien secara maksimal dan sesuai standar yang ditentukan.

    Protes Kereta Kelinci Berkeliaran, Supir Angkutan di Jombang Demo

    “Begitu kami temukan, kami tangani, kami rujuk, sempat dirawat di RSUD Jombang akhirnya tak tertolong. Pengaruh pada daya tahan tubuhnya, tidak terlambat ditangani,” ujarnya.

    Lebih jauh Sri menjelaskan jumlah kasus DBD tahun ii turun drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Karena sepanjang Januari 2019 saja, jumlah penderita penyakit akibat virus dengue itu mencapai 123 orang. Sementara korban meninggal dunia 2 orang.

    “Penurunan luar biasa karena pergeseran musim hujan. Biasanya mulai Oktober mengalami peningkatan, tahun ini baru meningkat Januari,” cetusnya.

    Sementara Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, membenarkan bayi 11 bulan asal Kecamatan Kudu meninggal dunia saat dirawat di tempatnya. Menurut dia, pasien dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit pelat merah ini pada 24 Januari 2020.

    Ini Dia Pengganti Gus Sholah di Ponpes Tebu Ireng Jombang

    Saat tiba di RSUD Jombang, kata dr Pudji, pasien dalam kondisi kritis, yaitu pada fase Dengue Shock Syndrome (DSS). Pihaknya pun memberi perawatan secara maksimal.

    “Dalam rentang waktu penyelamatan sampai hari keempat, pasien meninggal dunia, tepatnya 28 Januari,” jelasnya.

    Setiap pasien DBD yang mengalami DSS, tambah Pudji, harus mendapat pertolongan paling lambat 90 menit. Jika tidak, pasien akan mengalami pendarahan yang bisa merenggut nyawa.

    “Ketika tidak ditangani dalam 90 menit, akan timbul komplikasi yang menyebabkan pasien mengalami pendarahan yang tidak terselesaikan yang itu bisa merenggut nyawa,” tandasnya.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.