Jumlah Warga Madiun yang Berkurban Tahun Ini Diprediksi Meningkat, Kenapa ya?

Jumlah warga Kota Madiun yang berkurban pada saat Iduladha tahun ini diperkirakan meningkat.

Jumlah Warga Madiun yang Berkurban Tahun Ini Diprediksi Meningkat, Kenapa ya? Ilustrasi Pasar Hewan Ngawi jelang Idul Adha. (Antaranews.com)

    Madiunpos.com, MADIUN — Jumlah warga Kota Madiun yang berkurban pada saat Iduladha tahun ini diperkirakan meningkat. Hal ini karena seluruh calon jemaah haji asal Kota Madiun batal berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini.

    Seperti diketahui pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji pada 2020. Ini karena pandemi Covid-19 global belum berakhir.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono, mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini justru warga yang berkurban diprediksi lebih banyak. Karena ada pembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Diperkirakan calon jemaah haji yang batal berangkat ke Tanah Suci itu akan berkurban pada tahun ini.

    “Karena pelaksanaan haji tertunda, justru diprediksi ada peningkatan jumlah hewan yang dikurbankan. Sehingga mereka yang harusnya berangkat haji, mereka akan berkurban di Kota Madiun,” kata dia, Rabu (29/7/2020).

    Meski diprediksi ada peningkatan, Muntoro mengaku belum mengetahui berapa perkiraan peningkatannya. Pihaknya juga belum bisa mengetahui kebutuhan hewan kurban pada hari raya kurban tahun ini.

    Sejauh ini, petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun telah memeriksa 220 ekor sapi dan 400 ekor kambing. Petugas memeriksa kesehatan hewan yang dijual oleh para pedagang di seluruh wilayah Kota Madiun.

    Jumlah hewan kurban yang diperiksa petugas ini naik dari tahun lalu, yaitu 150 ekor sapi dan 200 ekor kambing.

    Pemeriksaan Hewan Kurban

    Selama melakukan pemeriksaan hewan kurban, petugas tidak menemukan sapi maupun kambing yang sakit atau tidak layak dijual. Petugas menemukan beberapa hewan yang dijual sakit mata dan pilek. Petugas juga telah mengobati hewan yang sakit tersebut.

    “Untuk harga hewan kurban sejauh ini masih wajar. Untuk sapi antara Rp18 juta sampai Rp20 juta. Sedangkan kambing antara Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Tergantung kondisi fisiknya,” ujarnya.

    Dia menuturkan pemkot juga akan menerjunkan sepuluh dokter hewan untuk keliling ke tempat-tempat pemotongan hewan kurban yang ada di Kota Madiun. Mereka akan mengecek kondisi hewan kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat. Pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan dengan dua metode yaitu antemortem dan postmortem.

    “Pemeriksaan akan dilakukan baik antemortem maupun postmortem. Sebelum hewan kurban disembelih dan sesudah hewan kurban disembelih. Ini dilakukan bertujuan apakah ada cacing pita di daging hewan kurban atau tidak,” jelasnya.



    Editor : Abdul Jalil

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.