Kategori: News

KISAH TRAGIS : Menderita Hidrosefalus, Umur Sofia Divonis Tak Lebih dari 7 Tahun

Kisah tragis, seorang bayi divonis usianya hanya sampai tujuh tahun lantaran menderita hidrosefalus.

Madiunpos.com, PONOROGO -- Lasmini, 26, dan Biyadi, 26, kaget saat anak pertamanya lahir dengan kondisi hidrosefalus, yakni peningkatan volume cairan di dalam otak yang mengakibatkan pembesaran kepala pada bayi. Anak yang mereka beri nama Sofia Dila Febriyanti itu lahir pada tanggal 12 Februari 2017.

Dokter yang merawat Sofia memvonis usia bayi itu tidak akan lebih dari tujuh tahun. Meski demikian kedua orang tuanya tidak berpangku tangan dan terus mencoba menyelamatkan buah hati mereka.

Lasmini menceritakan informasi anaknya menderita hidrosefalus diketahui saat kandungannya berusia sembilan bulan. Saat mendengar keterangan dari dokter di salah satu klinik kandungan di Ponorogo, ia bersama suaminya tidak dapat berkata-kata lagi. Kabar tersebut seperti petir di siang bolong.

"Saat kandungan usia sembilan bulan, baru saya periksa USG. Ternyata kondisi bayi yang ada dalam kandungan saya mengalami hidrosefalus," kata Lasmini saat ditemui Madiunpos.com di rumahnya di RT 008/RW 001, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jumat (2/6/2017).

Selama mengandung Sofia, Lasmini rutin melakukan pemeriksaan di bidan. Ini dilakukan supaya bayinya bisa lahir secara sehat dan seperti anak-anak yang lain. Namun, takdir berkata lain.

Lasmini melahirkan dengan operasi caesar, karena saat itu tidak memungkinkan saat mengeluarkan bayi tersebut secara normal. Saat lahir, berat badan Sofia mencapai 4,3 kg dengan kepala sudah membesar.

Meski mengidap hidrosefalus, Sofia tidak banyak menangis dan bisa mengepalkan tangan. Setelah berusia 12 hari, Sofia kemudian dibawa ke RSUP dr. Soedono Madiun untuk menjalani operasi di bagian kepalanya.

Operasi tersebut berhasil dan di kepalanya dipasangi selang untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepalanya. Meski kepalanya tidak bisa mengecil, namun kondisinya sudah semakin baik.

Namun dokter yang merawat Sofia menyampaikan usia Sofia diprediksi hanya sampai tujuh tahun. "Saat divonis seperti itu, saya langsung sedih. Karena melihat penderita hidrosefalus lain memang usianya tidak panjang. Tetapi, saya bertekat untuk menghidupi dan mempertahankan hidup Sofia," kata wanita yang pernah menjadi pembantu rumah tangga di Surabaya itu.

Setelah operasi, setiap bulan Sofia juga harus kontrol di RSUP dr. Soedono. Saat ini, asupan gizi Sofia berasal dari susu formula.

Suami Lasmini, Biyadi, menyampaikan hanya bisa bersabar dan menerima cobaan ini. Meski anaknya lahir tidak seperti anak pada umumnya, ia mengaku tetap menyayangi dan akan terus merawatnya.

"Meski sudah divonis dokter usianya hanya 7 tahun. Saya akan berusaha supaya Sofia bisa sembuh," ujar pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini.

Rohmah Ermawati

Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati

Berita Terkini

Perkuat Pemberdayaan Pandai Besi Binongko, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Jalin Kerja Sama

Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More

2 hari ago

Konsisten, PT Pegadaian Pertahankan Predikat Most Trusted Company dalam Ajang CGPI 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More

3 hari ago

Torehkan Sejarah, Tim Pegadaian Raih Juara Dunia PMO Global Awards 2025 di Amerika Serikat

Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More

5 hari ago

Malam Penganugerahan Sukses Digelar, Inilah Para Jawara Pegadaian Media Awards 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More

1 minggu ago

Pengguna Tring! by Pegadaian Tembus 2 Juta

Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More

2 minggu ago

Penguatan Ekosistem Bullion melalui Forum Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets

Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More

3 minggu ago

This website uses cookies.