Kategori: News

KONSERVASI HEWAN : Perburuan Penyu Bikin Pencinta Satwa di Trenggalek Gundah

Konservasi hewan yakni penyu intens dilakukan di Pantai Taman Kili-kili.

Madiunpos.com, TRENGGALEK - Kesadaran masyarakat nelayan untuk mendukung konservasi penyu laut sebagai satwa dilindungi khususnya di sekitar pesisir selatan Trenggalek, sebagian Pacitan, Tulungagung, maupun Blitar dinilai masih rendah.

Hal itu membuat kalangan pencinta satwa dilindungi di kawasan konservasi Pantai Taman Kili-kili, Kabupaten Trenggalek khawatir terjadi perburuan penyu oleh nelayan maupun pemancing di kawasan pesisir pantai yang berada di luar pengawasan mereka.

"Secara teritori kami tidak mampu mengawasi belahan pesisir lain di luar Pantai Kili-kili yang menjadi green zone kawasan konservasi penyu dan sudah dirintis sejak 2011," kata Sekretaris Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Kili-kili, Eko Margono, di Panggul, Trenggalek, Kamis (2/6/2016).

Dia mengatakan pihaknya gundah dengan perburuan penyu karena wilayah jelajah satwa penyu yang selama ini bertelur ataupun berkembang biak di kawasan pesisir Pantai Kili-kili atau Taman Kili-kili bisa mencapai ratusan kilometer.

"Saat masih di sekitar pesisir Pantai Kili-kili kami bisa pastikan penyu-penyu itu aman dari aktivitas perburuan, tapi jika sudah di kawasan pesisir lain tentu butuh sinergitas pokmaswas dan elemen lain untuk ikut menjaga," ujar dia.

Eko mencontohkan kasus kecelakaan penyu dewasa yang tersedot mesin pendingin PLTU Sudimoro Pacitan pada 2015 yang menyebabkan cangkang atau tempurung satwa itu pecah terhantam baling-baling.

"Untungnya saat itu pihak kepolisian setempat segera menghubungi kami sehingga bisa dilakukan penanganan kedaruratan medis terhadap satwa penyu itu secepatnya. Jika tidak mungkin tidak akan selamat," ujar dia.

Eko menambahkan risiko keselamatan penyu juga terancam oleh aktivitas nelayan, baik oleh aktivitas perburuan ataupun karena tersangkut jaring nelayan di lepas pantai.

"Penangkapan penyu oleh nelayan di Pantai Sine, Popoh atau beberapa kawasan pesisir lain yang jauh dari otoritas kepelabuhanan dan penggiat konservasi menjadi bukti masih tingginya risiko keselamatan satwa dilindungi yang hidup di dua alam tersebut," ujar dia.

Rohmah Ermawati

Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati

Berita Terkini

Gadai Tabungan Emas Hingga Bayar Angsuran Lewat Pegadaian Digital, Banyak Promo “Gajian Emas” Menanti

Madiunpos.com, JAKARTA – Berikan manfaat lebih bagi masyarakat dalam bertransaksi, Pegadaian hadirkan berbagai promo diskon… Read More

8 jam ago

Berkat Komitmen pada Pelayanan Prima, Pegadaian Raih Penghargaan

Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More

1 hari ago

Pegadaian Ajak Masyarakat Berinvestasi Aman di Era Digital

Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More

2 hari ago

Pegadaian Raih Penghargaan OJK Financial Literacy Award 2025

Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More

6 hari ago

Komitmen Dukung Generasi Emas, Pegadaian Beri Apresiasi Tabungan Emas untuk Paskibraka Nasional 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More

1 minggu ago

Berjaya di Tingkat Global, Pegadaian Sabet Penghargaan PMO Terbaik Asia-Pasifik

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More

1 minggu ago

This website uses cookies.