Lahir Tanpa Anus, Mesi Farel Bramasta Cari Bantuan Dari Papua Sampai Madiun

Seorang bayi di Madiun bernama Mesi Farel Bramasta lahir tanpa anus dan kini butuh bantuan.

Lahir Tanpa Anus, Mesi Farel Bramasta Cari Bantuan Dari Papua Sampai Madiun Indria Fitri memberikan susu kepada anaknya Mesi Farel Bramasta yang lahir tanpa anus di Desa Kwangsen, Jiwan, Kabupaten Madiun, Jumat (13/12/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

    Madiunpos.com, MADIUN — Seorang bayi laki-laki bernama Mesi Farel Bramasta lahir tanpa anus. Saat ini Mesi tinggal di rumah kakeknya di RT 010/RW 004, Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

    Tubuh bayi berusia lima bulan itu terlihat kurus. Di perut bagian kanannya terlihat ada perban yang menutupi lubang buatan untuk buang air.

    Anak kedua dari pasangan Saiful Arif, 31, dan Indria Fitri, 35, itu terus menerus meminum susu formula di dalam botol dot saat Madiunpos.com bertamu ke rumahnya, Jumat (13/12/2019).

    Ia lebih banyak diam dan tidak merengek atau menangis. Fitri bercerita bayinya itu tidak memiliki anus sejak lahir. Ia melahirkan Mesi saat masih merantau di Timika, Papua, pada 30 Juni 2019.

    Malu Dipasangi Stiker Keluarga Miskin, Ribuan PKH di Jombang Mundur Sukarela

    Kala itu, ia dibantu seorang bidan desa di tempat tinggalnya di Timika untuk proses persalinan. Setelah melahirkan, Fitri belum mengetahui anaknya memiliki kelainan fisik. Bidan pun tidak memberitahukannya.

    Saat berusia tiga hari, ada perubahan drastis di tubuh Mesi. Wajahnya pucat dan lemas, perutnya membesar, matanya berubah biru, hingga kulitnya mulai menguning.

    Atas kejanggalan itu ia kemudian membawa Mesi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Timika, Papua. Ternyata Mesi dinyatakan tidak mempunyai anus sehingga tidak ada saluran pembuangan kotoran di perut.

    Kronologi Ibu Bunuh Diri Pakai Racun Serangga Bareng 2 Anaknya di Wonogiri

    Dokter melakukan operasi untuk membuat lubang supaya Mesi bisa buang air. “Jadi saat pertama lahir tidak tahu anak saya tidak punya anus. Tiga hari kemudian baru saya tahu Mesi tidak mempunyai anus. Bidan Puskesmas yang merawat juga tidak tahu, kalau ada kelainan ini,” jelas dia.

    Mesi kemudian menjalani operasi pembuatan lubang pembuangan di sisi kanan perutnya. Namun, ternyata pembuatan lubang pembuangan itu salah.

    “Lubang saluran pembuangannya salah. Harusnya agak ke bawah. Ini malah ke atas. Jadi saat minum yang terserap di tubuh hanya sedikit. Tidak semuanya bisa dicerna,” ujarnya.

    Ia pun baru mengetahui hal itu setelah kondisi tubuh anaknya semakin kurus dan kurang gizi. Saat itu, RSUD Mimika merujuknya ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

    Bobol KUA di Ponorogo, Seorang Pencuri Gondol Ratusan Pasang Buku Nikah

    Dokter RSUD Dr. Soetomo menyampaikan penempatan lubang pembuangan itu salah posisi sehingga perlu operasi ulang untuk membuat lubang pembuangan.

    “Ini masih menunggu operasi dari RSUD Dr. Soetomo,” kata dia.

    Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan di Papua pun tidak sanggup membiayai pengobatan dan kebutuhan makan anak dan istrinya itu. Hingga akhirnya ia pulang ke rumah suaminya di Kabupaten Lamongan.

    Namun, di Lamongan dia tidak mendapatkan biaya untuk operasional perawatan Mesi. Hingga akhirnya, ia bersama bayi Mesi pulang ke Madiun untuk mencari bantuan pendanaan.

    “Saya ke Madiun dari Lamongan naik bus, dengan uang terbatas. Saya ke sini tujuannya meminta bantuan keluarga di Madiun,” katanya dengan terbata-bata.



    Editor : Suharsih

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.