Kategori: News

Legislator Temukan Puskesmas di Tulungagung Kurang Layak dan Rusak

Komisi C DPRD Tulungagung menemukan puskesmas rusak dan kurang layak.

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Kalangan legislator Tulungagung menemukan sejumlah puskesmas dengan kondisi ruang pelayanan kurang layak, rusak, atau bahkan kekurangan fasilitas saat melakukan inspeksi mendadak, Kamis (2/11/2017) dan Jumat (3/11/2017).

Beberapa puskesmas yang sudah diinspeksi dan evaluasi antara lain adalah Puskesmas Ngantru, Karangrejo, Kauman, serta Gondang.

"Sidak secara khusus kami lakukan untuk melihat kesiapan unit-unit layanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa jelang akreditasi puskesmas beberapa bulan mendatang," kata Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Subani Sirab di Tulungagung, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Subani, inspeksi masih akan dilanjutkan ke beberapa puskesmas lain di seluruh wilayah Tulungagung.

Beberapa yang menjadi tolak ukur evaluasi tim Komisi C ini, kata Subandi adalah terkait ketersediaan fasilitas ruang untuk pelayanan puskesmas, misalnya rawat inap ataupun ruang perawat dan dokter.

"Seluruh hasil inspeksi lapangan nanti akan dievaluasi bersama untuk perbaikan, baik dalam hal penganggaran perbaikan/pemenuhan kekurangan tahun depan maupun dalam hal pelayanan publik yang akan dikomunikasikan dengan jajaran dinas kesehatan daerah," katanya.

Dia menambahkan terkait temuan dalam sidak di beberapa puskesmas hampir sama, yakni kekurangan ruangan. Artinya, kata Subani, sebagian besar puskesmas butuh penambahan ruangan. Itu dipakai tidak lain untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, anggota dewan juga menemukan ruangan di puskesmas yang tidak layak. Salah satunya adanya ruangan berukuran 2,5 x 2,5 meter yang dipakai untuk dua orang dokter berbeda. "Tentunya kondisi itu akan membuat kurang nyaman," kata dia.

Kepala Puskesmas Gondang Sigit Jaka mengatakan yang masih menjadi kendala untuk akreditasi di puskesmas yang dipimpinnya yakni sarana, termasuk ruangan. Sigit memberikan contoh terkait salah satu kriteria akreditasi, yakni toilet yang wajib dilengkapi pegangan, sehingga pasien tidak terjatuh.

"Kemudian kloset harus duduk, bukan jongkok. Toilet juga wajib dibedakan untuk pria ataupun wanita. Untuk tingkatan puskesmas ini memang agak sulit karena kendala anggaran," katanya.

Rohmah Ermawati

Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati

Berita Terkini

Perkuat Pemberdayaan Pandai Besi Binongko, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Jalin Kerja Sama

Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More

2 hari ago

Konsisten, PT Pegadaian Pertahankan Predikat Most Trusted Company dalam Ajang CGPI 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More

3 hari ago

Torehkan Sejarah, Tim Pegadaian Raih Juara Dunia PMO Global Awards 2025 di Amerika Serikat

Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More

4 hari ago

Malam Penganugerahan Sukses Digelar, Inilah Para Jawara Pegadaian Media Awards 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More

1 minggu ago

Pengguna Tring! by Pegadaian Tembus 2 Juta

Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More

2 minggu ago

Penguatan Ekosistem Bullion melalui Forum Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets

Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More

2 minggu ago

This website uses cookies.