Rekor! Kasus Positif Covid-19 Ponorogo Bertambah 15 Orang Hari Ini

Sebanyak 15 orang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (15/7/2020).

Rekor! Kasus Positif Covid-19 Ponorogo Bertambah 15 Orang Hari Ini Sejumlah santri Pondok Gontor 2 Ponorogo menjalani olahraga rutin selama berada di RS Lapangan Indrapura, Surabaya, Selasa (14/7/2020). (Istimewa/Humas Pondok Gontor)

    Madiunpos.com, PONOROGO — Sebanyak 15 orang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (15/7/2020). Sebelas orang di antaranya merupakan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

    Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu ini sebanyak 15 orang menjadi rekor baru di Ponorogo. Karena sebelumnya, penambahan jumlah kasus hanya satu digit atau paling tinggi sebelas kasus. Tetapi pada Rabu ini justru meningkatnya sangat tajam yakni sampai 15 kasus.

    Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan dari 15 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebelas orang di antaranya santri Pondok Gontor. Sedangkan empat pasien lainnya merupakan warga dari berbagai desa di Ponorogo.

    Sehari, 11 Santri Pondok Gontor Terkonfirmasi Positif Covid-19

    Empat pasien itu yakni seorang pria berusia 30 tahun, warga Desa Gontor, Kecamatan Mlarak yang memiliki riwayat datang dari Kalimantan. Pria ini atas inisiatif sendiri melakukan pemeriksaan rapid test dan ternyata hasilnya reaktif. Setelah dilakukan tes swab PCR ternyata hasilnya positif Covid-19.

    Selanjutnya, seorang perempuan berusia 34 tahun, warga Jurug, Kecamatan Sooko, yang memiliki riwayat datang dari Surabaya pada 26 Juni. Perempuan ini sebelumnya bekerja di Surabaya dan pulang ke Ponorogo untuk pemulihan kondisi karena sebelumnya mengalami sakit. Sebelum kembali ke Surabaya, pasien ini melakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Setelah dilakukan tes swab PCR hasilnya terkonfirmasi positif.

    “Untuk pasien selanjutnya yaitu seorang pria berusia 55 tahun, warga Mangkujayan. Pasien ini merupakan bagian dari tracing kasus nomor 79. Sedangkan pasien terakhir yaitu seorang perempuan berusia 42 tahun, warga Wilangan, Kecamatan Sambit. Pasien memeriksakan diri ke RS karena ada keluhan dan riwayat kontak dengan suami yang sering pergi ke Surabaya. Hasil rapid testnya reaktif. Sedangkan hasil tes PCR positif,” jelasnya.

    Pengendara Harus Taat Berlalu Lintas! Tilang Elektronik Segera Diterapkan di Madiun

    Ipong menjelaskan pada hari yang sama juga ada penambahan sebelas pasien sembuh. Sepuluh pasien merupakan dari Pondok Gontor dan satu pasien merupakan dari Ngebel atau pasien nomor 52.

    Dengan adanya tambahan 15 pasien baru itu, secara akumulasi total kasus positif di Ponorogo yakni 97 pasien. Dengan pasien sembuh sebanyak 44 orang. Empat orang meninggal dunia. Sedangkan pasien isolasi yaitu tiga orang isolasi mandiri, delapan orang isolasi di shelter, 25 orang isolasi di rumah sakit Ponorogo, satu orang isolasi di RS Ngawi, dan 12 orang isolasi di RS Lapangan Surabaya.

    Lebih lanjut, bupati mengatakan Pemkab Ponorogo telah melakukan rapid test terhadap 2.080 petugas pemutakhiran data pemilih KPU Ponorogo. Dari ribuan yang di-rapid test itu ada 22 orang reaktif.

    Meski Sudah Diluncurkan, Bus Wisata Mabour Belum Bisa Melayani Penumpang

    “Sebanyak 22 orang itu sudah diminta isolasi dan akan dilakukan tes swab,” jelasnya.

    Ipong menjelaskan saat ini ada lebih dari 400 spesimen tes swab yang telah dikirim ke BBLK Surabaya. Namun spesimen itu belum diperiksa karena panjangnya antrean pemeriksaan.

    “Karena lonjakan kasus dalam jumlah banyak di berbagai daerah. Sehingga banyak spesimen yang belum diperiksa. Berarti potensi lonjakan kasus masih bisa terjadi di Ponorogo,” jelas bupati.



    Editor : Abdul Jalil

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.