Kategori: News

Simpel! Begini Cara yang Dilakukan untuk Menghilangkan Asam Oksalat pada Porang Hingga Layak Konsumsi

Madiunpos.com, MADIUN -- Selama ini petani tanaman porang di Kabupaten Madiun selalu menjual hasil panennya ke industri. Selain harga jualnya mahal, faktor lain adalah petani tidak bisa mengolah umbi ini supaya layak konsumsi.

Umbi porang ini memiliki kandungan asam oksalat yang cukup tinggi. Sehingga porang harus diolah dahulu sebelum akhirnya  bisa dikonsumsi.

Siswa dan guru di SMK Model PGRI I Mejayan memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan kandungan asam oksalat di dalam umbi porang. Kemudian mengolahnya menjadi berbagai inovasi kudapan yang layak dimakan.

Keren! SMK di Madiun Olah Umbi Porang Jadi 47 Produk Turunan Anti Gatal

Kepala SMK Model PGRI I Mejayan, Sampun Hadam, mengatakan ada beberapa cara yang dilakukan untuk menghilangkan asam oksalat dalam kandungan porang. Seperti dengan menggunakan bahan kimia, dengan mesin mekanik, dan menggunakan bio penguarai.

“Kalau menggunakan mesin itu yang biasanya dilakukan oleh industri besar. Mesinnya harganya mahal. Kalau kami menggunakan metode bio pengurai,” kata dia saat ditemui Madiunpos.com, Selasa (26/5/2021).

Dia menuturkan proses pembersihan asam oksalat menggunakan bio pengurai cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Namun, membutuhkan waktu hingga empat sampai lima jam.

Siswa SMK Model PGRI I Mejayan, Kabupaten Madiun, membersihkan umbi porang, Selasa (25/5/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Pertama-tama umbi porang dibersihkan dan dikupas. Kemudian porang dipotong tipis-tipis.

Setelah itu, porang yang sudah berbentuk chip itu direndam dengan bio pengurai selama empat sampai lima jam.

Sampun mengatakan bio pengurai ini merupakan fermentasi dari getah pohon ploso. Hasil fermentasi itu yang dijadikan bio pengurai.

Perkuat Imun Masyarakat, Wali Kota Madiun Bagi-Bagi Susu

“Setelah direndam pakai bio pengurai. Lalu chip porang direndam lagi dengan air garam. Setelah itu dibersihkan untuk menghilangkan garam yang menempel pada porang,” jelas dia.

Selanjutnya, chip porang itu direbus hingga keluar buih. Dia menyebut buih yang keluar dari air rebusan itu adalah asam oksalat. Selanjutnya porang itu matang dan telah menjadi daging nabati porang.

Dari daging nabati ini, kata Sampun, pihaknya mampu membuat 47 produk turunan dari porang. Seperti bakso porang, satai porang, masker, nuget, pomade, dan lainnya.

Dia menuturkan cara sederhana ini bisa dilakukan oleh para petani untuk mengolah porang menjadi berbagai kudapan.

“Cara ini kan bisa dilakukan oleh petani. Sehingga produk porang nantinya bisa diproduksi petani sendiri,” jelas dia.

Awak Madiunpos.com  mencicipi bakso porang. Bakso porang yang diproduksi memang dicampur dengan daging sapi. Sehingga daging nabati porang ini sebagai pengganti tepung. Rasanya seperti bakso pada umumnya. Tetapi tekstrunya lebih halus dan rasanya lebih kenyal.

Abdul Jalil

Berita Terkini

Perkuat Pemberdayaan Pandai Besi Binongko, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Jalin Kerja Sama

Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More

2 hari ago

Konsisten, PT Pegadaian Pertahankan Predikat Most Trusted Company dalam Ajang CGPI 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More

3 hari ago

Torehkan Sejarah, Tim Pegadaian Raih Juara Dunia PMO Global Awards 2025 di Amerika Serikat

Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More

5 hari ago

Malam Penganugerahan Sukses Digelar, Inilah Para Jawara Pegadaian Media Awards 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More

1 minggu ago

Pengguna Tring! by Pegadaian Tembus 2 Juta

Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More

2 minggu ago

Penguatan Ekosistem Bullion melalui Forum Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets

Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More

3 minggu ago

This website uses cookies.