Tuntut Galian C Ilegal Ditutup, Demo Mahasiswa di Pamekasan Diwarnai Bentrok

Demo mahasiswa PMII Pamekasan menuntut Bupati menutup galian C ilegal diwarnai bentrok.

Tuntut Galian C Ilegal Ditutup, Demo Mahasiswa di Pamekasan Diwarnai Bentrok Puluhan mahasiswa dari PMII Pamekasan memanjat pagar rumah dinas Bupati Pamekasan. (detik.com)

    Madiunpos.com, PAMEKASAN — Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Pamekasan, Kamis (25/6/2020), berdemo menuntut Bupati menutup 320 tambang galian C. Demo yang digelar di Rumah Dinas Bupati itu sempat diwarnai kerusuhan.

    Satu mahasiswa terluka setelah bentrok dengan aparat Satpol PP an kepolisian. Mahasiswa tersebut kemudian dievakuasi ke RSU Slamet Martodirjdo Pamekasan.

    Seperti diberitakan detik.com demo ratusan mahasiswa PMII Pamekasan ini berlangsung panas sejak awal. Demo mulanya digelar di Kantor Bupati Pamekasan. Sekitar satu jam, mahasiswa PMII berorasi. Karena tak ditemui Bupati Baddrut Tamam, mahasiswa berlarian dari pintu gerbang Kantor Bupati menuju Rumah Dinas Bupati.

    Sempat Ricuh, Mahasiswa IAIN Ponorogo Tuntut Pemotongan Uang Kuliah

    Korlap demo, Lutfi Yadi, mengatakan aksi ini digelar menuntut Bupati Pamekasan agar menutup 320 tambang galian C yang diduga ilegal dan liar. “Beroperasinya ratusan tambang galian C ilegal itu membahayakan penduduk di sekitar tambang. Bahkan ada beberapa titik tambang galian C yang longsor dan menutup akses penduduk,” kata Lutfi, Kamis.

    Rumah dinas yang juga Pendapa Bupati berada di seberang Kantor Bupati. Ratusan mahasiswa melompati pagar besi berujung tajam karena dua pintu gerbang rumah dinas tertutup rapat. Tak hanya mahasiswa yang memanjat pagar, puluhan mahasiswi pun nekat memanjat pagar.

    Mereka kemudian berlarian merangsek ke arah pendapa bupati. Dari arah berlawanan tampak anggota Satpol PP dan polisi mengadang mahasiswa yang berlarian tersebut. Bentrokan pun terjadi dan seorang mahasiswa terluka.

    Unjuk Rasa di Kota Malang, Belasan Mahasiswa Papua Tuntut 7 Tahanan Politik Dibebaskan

    Melihat rekannya terluka, mahasiswa lainnya menuju Kantor Satpol PP yang berada satu komplek dengan pendapa bupati. Kericuhan terjadi kembali, hingga akhirnya mahasiswa yang terluka dievakuasi dengan mobil dinas Kasatpol PP.

    “Katanya dibawa ke rumah sakit,” terang Lutfi.

    Ditemui Kapolres

    Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, akhirnya mendinginkan emosi ratusan mahasiswa. Ia mengajak mahasiswa duduk lesehan di lapangan pendapa bupati dan menampung seluruh tuntutan mahasiswa.

    UNS Caruban Siap Terima Mahasiswa Baru, Apa Saja Program Studinya?

    “Kami akan tindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan anggota Forum Pimpinan Daerah. Jika kemudian ditemukan masalah, maka putusan terkait tambang galian C tersebut akan kami kembalikan kepada lembaga terkait. Di sini ada Pak Asisten SekdaPamekasan,” terang Kapolres.

    Setelah berdialog cukup lama dengan kapolres, akhirnya mahasiswa pulang dengan memberi peringatan penutupan tambang galian C selama 7 X 24 jam. “Jika tidak ada reaksi dari aparat terkait, kami akan berdemo kembali,” pungkas Lutfi.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.