Warga Tulungagung Wajib Punya Aplikasi Buatan Polres, Ini Manfaatnya

Polres Tulungagung menciptakan aplikasi yang sangat membantu masyarakat memiliki rasa aman.

Warga Tulungagung Wajib Punya Aplikasi Buatan Polres, Ini Manfaatnya Tampilan aplikasi Jogo Tulungagung Astuti buatan Polres Tulungagung. (detik.com)

    Madiunpos.com, TULUNGAGUNG — Polres Tulungagung cukup progresif menyikapi perkembangan teknologi. Mereka menggunakan teknologi untuk memudahkan masyarakat terhubung dengan kepolisian terutama saat darurat.

    Mereka menciptakan aplikasi berbasis Android dengan nama Jogo Tulungagung Astuti. Salah satu yang spesial pada aplikasi ini adalah adanya tombol panic button alias tombol darurat.

    Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, mengatakan dalam aplikasi itu memiliki berbagai fungsi. Mulai dari tombol darurat (panic button), layanan pengaduan, hingga informasi penting lainnya. Namun fitur yang menjadi andalan adalah panic button, sebab dengan fitur itu masyarakat bisa mengirimkan pesan darurat ke pihak kepolisian dengan cepat.

    Bawa Kabur Truk, Pengidap Gangguan Jiwa di Tulungagung Tabrak Rumah

    “Masyarakat bisa memanfaatkan fitur itu misalkan ketika ada kejahatan, bencana, kecelakaan atau kondisi darurat yang lain. Dalam fitur itu masyarakat akan memberikan informasi gambar dan tulisan sekaligus titik koordinat,” kata Eva, Jumat (7/2/2020), seperti dilansir detik.com.

    Saat sinyal darurat akan diteruskan ke seluruh telepon genggam milik anggota Polres Tulungagung dengan nada khusus. Dari situlah aparat kepolisian yang berada di posisi terdekat dengan lokasi kejadian akan merespons laporan tersebut dan mendatangi lokasi.

    Untuk menguatkan akurasi laporan dan posisi tempat kejadian, pihaknya telah mengintegrasikan sistem aplikasi dengan Google Maps serta data kependudukan. Setiap pengguna diwajibkan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    Predator Anak di Bawah Umur Asal Tulungagung Diringkus Polisi

    “Jadi aplikasi ini kami koneksikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kenapa demikian, ini untuk mengantisipasi agar jangan sampai masyarakat memberikan kabar bohong atau hoaks. Kalau sampai mengirimkan kabar bohong maka akan ketahuan identitas dan lokasi pelapor. Ini bukan main-main,” ujarnya.

    Kapolres berharap peluncuran aplikasi ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Tulungagung, sekaligus lebih mendekatkan akses layanan kepolisian dengan masyarakat. Selain itu adanya aplikasi Jogo Tulungagung Astuti juga ditujukan untuk mempercepat respons aparat polisi pada saat terjadi kondisi darurat.

    Selain melalui aplikasi berbasis andorid, Polres Tulungagung juga terus melakukan berbagai program pendekatan kepada masyarakat guna mengantisipasi berbagai gangguan ketertiban masyarakat serta tindak kriminalitas.

    Polisi dan Wartawan Gadungan Peras Pegawai SPBU di Tulungagung

    Salah satu, program yang digalakkan adalah mengoptimalisasi kinerja BKTM atau polisi desa menjaga wilayahnya. Setiap anggota BKTM diwajibkan melakukan kunjungan dari pintu ke pintu (door to door) minimal lima rumah dalam sehari.

    Dengan pola tersebut diharapkan BKTM akan banyak mendapat informasi maupun persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar, sehingga dalam dilakukan tindak lanjut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kepolisian.

    “Ini juga sekaligus bisa menjadi deteksi dini, misalkan ada infromasi berkembangnya paham radikalisme atau hal-hal yang lainnya. Kemudian kami dari unsur pimpinan juga gencar melakukan program Dialog Astuti ke sejumlah kecamatan rawan bersama instansi lain, seperti kemarin kami ke Pondok Pesantren Al Badru Alaina di Ngantru,” jelas Eva Guna Pandia.

     



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.