Kategori: News

Bulog Jatim Sasar Beras Premium demi Gapai Target

Bulog Jatim menyasar beras premium demi memenuhi 850.000 ton target penyerapan gabah tahun 2015 ini

Madiunpos.com, SURABAYA – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur mengoptimalkan penyerapan beras premium untuk memenuhi kuota target penyerapan gabah beras petani yang mencapai 850.000 ton pada tahun 2015 ini.

Kepala Bulog Divre Jatim Witono mengatakan dalam upaya mencapai target tersebut, Bulog menggandeng TNI terutama untuk melobi para petani dan pengusaha beras agar menjual gabahnya kepada Bulog dengan harga di atas harga patokan petani (HPP) sesuai dengan kualitas beras, yakni di atas Rp9.000/Kg.

“Melihat pertimbangan harga beras yang terus naik, tapi harus ada penguatan stok, maka Bulog akan membeli beras premium atau komersial karena untuk saat ini petani yang menjual beras dengan HPP Rp7.300/kg sudah menurun,” jelasnya kepada wartawan di Kantor Bulog Divre Jatim, Jumat (28/8/2015).

Dia mengakui bahwa target penyerapan gabah beras petani dalam dua tahun ini turun dibandingkan 2013 yang mencapai 1,1 juta ton. Pada 2014 dan tahun ini penyerapan dipatok sama yakni 850.000 ton.

“Dengan adanya kerja sama berbabagai pihak seperi Dinas Pertanian dan TNI ini ada peningkatan. Petani mau menjual berasnya kepada Bulog, yang sebelumnya rata-rata 3.000 ton/hari, sekarang mulai 5.000 ton/hari,” jelasnya.

Adapun hingga 27 Agustus 2015, penyerapan gabah petani sudah mencapai 69,81% atau 593.456 ton gabah setara beras. Sebanyak 464.258 ton merupakan gabah beras medium atau yang biasanya digunakan untuk raskin, dan sebanyak 129.198 ton merupakan beras komersial atau premium.

“Walau begitu, penyerapan tahun ini dengan periode yang sama lebih tinggi 3% dari tahun lalu,” imbuh Witono.

Gandeng TNI
Dia menambahkan selain menggandeng TNI, Bulog juga mulai gencar melakukan pendekatan kepada petani dan pengusaha beras agar mau menjual berasnya kepada negara. “Setiap ada sawah yang sedang menguning, kami bersama Kodim, Koramil dan Babinsa mendekati pemilinya, agar mereka mau menjualnya kepada kami,” ujar Witono.

Sementara itu, dalam program upaya khusus (Upsus) yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 September mendatang ini, Bulog Jatim mendapatkan jatah target penyerapan gabah beras petani hingga 500.000 ton (termasuk dalam target tahunan). Hingga saat ini, penyerapan sudah mencapai 245.601 ton beras.

“Walau waktunya tinggal sedikit sampai September nanti, kami optimistis bisa tercapai, apalagi dibantu dengan TNI ini, peningkatannya cukup signifikan dengan menyasar hampir seluruh wilayah di Jatim yang merupakan sentra beras,” ujar Witono.

 

Rahmat Wibisono

Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono

Berita Terkini

Perkuat Pemberdayaan Pandai Besi Binongko, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Jalin Kerja Sama

Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More

1 hari ago

Konsisten, PT Pegadaian Pertahankan Predikat Most Trusted Company dalam Ajang CGPI 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More

2 hari ago

Torehkan Sejarah, Tim Pegadaian Raih Juara Dunia PMO Global Awards 2025 di Amerika Serikat

Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More

4 hari ago

Malam Penganugerahan Sukses Digelar, Inilah Para Jawara Pegadaian Media Awards 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More

1 minggu ago

Pengguna Tring! by Pegadaian Tembus 2 Juta

Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More

2 minggu ago

Penguatan Ekosistem Bullion melalui Forum Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets

Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More

2 minggu ago

This website uses cookies.