ISIS alias Islamic State of Iraq and Syiria (Negara Islam Irak-Syiria) terus menebar propaganda. Sejumlah warga Jatim bahkan hilang saat ke Turki diduga bergabung ke ISIS.
Madiunpos.com, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya mengecek data dan alamat sepuluh warganya yang hilang saat berlibur ke Turki. Mereka diguga bergabung dengan Negara Islam Irak dan Syiria atau Islamic State of Iraq and Syiria/ISIS.
"Alamat sesuai dengan KK (kartu Keluarga) berbeda dengan tempat tinggalnya. Banyak yang pindah tempat tinggal," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Suharto Wardoyo kepada Kantor Berita Antara di Surabaya, Minggu (8/3/2015).
Namun demikian, lanjut dia, pihaknya meminta menghubungi pihak kecamatan setempat. Hal ini dikarenakan, pihak kecamatan sudah melakukan pendataan terhadao warga yang dikabarkan hilang di Turki.
"Camat ngecek langsung khawatir sudah pindah," ujarnya.
Informasi yang dihimpun Kantor Berita Antara menyebutkan ada beberapa keluarga dari Surabaya yang ikut dalam perjalanan ke Turki. Keluarga pertama terdiri dari enam orang beralamat di Jalan Kanser 35, Ploso, Tambaksari, yakni Jusman Ary Sandy (suami), Ulin Isnuri (istri) beserta keempat anaknya Urayna Afra (17), Dayyan Akhtar (7), Aura Kordova (9) dan Humaira Hafshah (1).
Camat Tambaksari Zaini saat dikonfirmasi mengatakan rumah di Jalan Kanser ditempati oleh Ibu kandung Ulin Insuri, sedangkan keluarga Jusman Aly sudah sudah pindah rumah di Jalan Kedungsroko V/28 A sejak 23 Februari 2015
"Mereka sudah pindah domisili," katanya.
Selain itu, keluarga yang terdiri dari Salim Attamimi atau Salim Muhamad Attami (28). Mereka adalah anak kedua dari Mohammad Attamimi yang tercatat tinggal di Jalan Kalimas Hilir 3/3, Pabean Cantikan, Surabaya. Begitu juga Soraiyah Cholid yang tercatat tinggal di Jalan Ampel Melati I/15, Semampir, Surabaya.
Namun demikian, hingga saat ini belum diketahui kepastiannya karena Camat Semampir Hindun belum bisa dihubungi. Saat ditelepon melalui ponselnya tedengar nada sambung namun tidak diangat.
Konsulat Jenderal RI di Istanbul, Turki, sebelumnya merilis 16 WNI yang hilang di negeri itu sewaktu berwisata, sedangkan sejumlah rumor menyebutkan mereka kemungkinan bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengingat Turki berbatasan dengan baik Irak maupun Suriah, dua negara yang bagian besar wilayahnya dikuasai ISIS.
KJRI Istanbul juga menyebutkan bahwa ke-16 WNI itu sebagian besar berasal dari Surabaya, Jawa Timur, sedangkan sisanya enam orang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah..
Berikut ke-16 WNI hilang di Turki tersebut:
1. Utsman Mustofa Mahdamy asal Surakarta
2. Sakinah Syawie M. Tafsir asal Surakarta
3. Tsabitah Utsman Mahdamy asal Surabaya
4. Salim Muhamad Attamimi asal Surabaya
5. Fauzi Umar Salim asal Surakarta
6. Hafid Umar Babher asal Surakarta
7. Soraiyah Cholid asal Surabaya
8. Hamzah Hafid asal Surabaya
9. Utsman Hafid asal Surakarta
10. Atikah Hafid asal Surakarta
11. Jusman Ary asal Surabaya
12. Ulin Isnuri asal Surabaya
13. Humaira Hafshah asal Surabaya
14. Urayna Afra asal Surabaya
15. Aura Kordova asal Surabaya
16. Dayyan Akhtar asal Surabaya
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian mencatatkan pencapaian monumental dalam perjalanan transformasi digitalnya dengan berhasil membukukan… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA - Dalam rangka memeriahkan HUT Ke-498 Jakarta, Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar PRJ… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Bagi yang akrab dengan dunia investasi, tentu sudah tidak asing dengan Tabungan… Read More
Esposin, JAKARTA – PT Pegadaian memborong dua penghargaan pada malam penganugerahan Innovative Future Finance Awards… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia… Read More
Madiunpos.com, BANJARMASIN – PT Pegadaian Area Kalimantan Selatan dan Tengah, di bawah naungan Kanwil IV… Read More
This website uses cookies.