Kategori: News

Jokowi Resmikan Bendungan Rp916 Miliar di Pacitan, Segini Kapasitasnya

Madiunpos.com, PACITAN -- Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul yang berada di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021). Bendungan tersebut dibangun dengan menghabiskan biaya senilai Rp916 miliar.

Jokowi mengatakan kehadiran Bendungan Tukul di Pacitan ini diharapkan mampu memperkuat ketanan pangan dan air. Selain itu juga memberikan nilai tambah dan keuntungan sebesar-besarnya bagi daerah dan masyarakat.

“Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” kata Jokowi yang dikutip dari siaran pers.

Banjir Bandang Terjang Madiun, 27 Rumah Terdampak dan 6 Rumah Rusak Parah

Presiden menuturkan bahwa bendungan ini sudah dibangun sejak enam tahun lalu dengan biaya pembangunan mencapai Rp916 miliar.

Bendungan Tukul ini menjadi salah satu bendungan yang dibangun di era pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, pemerintah telah membangun Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklot di NTT, Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di NTB, Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Bendungan Gondang di Jawa Tengahm Bendungan Sei Gong di Kepulauan Riau, dan Bendungan Nipah di Jawa Timur.

Bendungan Tukul yang berada di Sungai Telu, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, ini memiliki kapasitas mencapai 8,68 juta meter kubik. Setelah selesai dibangun dan beroperasi, bendungan ini dapat mengairi irigasi setempat seluas 600 hektare, menyediakan air baku sebesar 300 liter per detik, mengurangi potensi banjir hingga 44,86 meter kubik per detik, konservasi sumber daya air, dan berpotensi menghasilkan listrik sebesar 0,26 megawatt.

Tidak Hanya Banjir Bandang, Tanah Longsor Juga Teng 6 Desa di Madiun

“Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu mengairi 600 hektare sawah sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija,” jelas Jokowi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan kehadiran Bendungan Tukul ini sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jatim pada 2020 tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17% dengan 5,76 juta ton beras.

“Berdasarkan angka sementara BPS, produksi jagung di Jawa Timur juga tertinggi, yakni 6,6 juta ton dan produksi jagung di Jawa Timur ini kontribusinya 21,8% dari kontribusi nasional,” kata Khofifah.

Abdul Jalil

Dipublikasikan oleh
Abdul Jalil

Berita Terkini

Berkat Komitmen pada Pelayanan Prima, Pegadaian Raih Penghargaan

Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More

14 jam ago

Pegadaian Ajak Masyarakat Berinvestasi Aman di Era Digital

Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More

1 hari ago

Pegadaian Raih Penghargaan OJK Financial Literacy Award 2025

Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More

6 hari ago

Komitmen Dukung Generasi Emas, Pegadaian Beri Apresiasi Tabungan Emas untuk Paskibraka Nasional 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More

1 minggu ago

Berjaya di Tingkat Global, Pegadaian Sabet Penghargaan PMO Terbaik Asia-Pasifik

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More

1 minggu ago

Distribusikan Uang Layak Edar hingga ke Pelosok, Pegadaian Sabet Penghargaan BI

Madiunpos.com, JAKARTA--PT Pegadaian menyabet penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia (BI) berkat peran strategisnya… Read More

1 minggu ago

This website uses cookies.