SMP Negeri 2 Rejotangan Tulungagung. (detik.com)
Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- SMP Negeri 2 Rejotangan, Tulungagung, hanya mendapat tiga siswa di tahun ajaran baru 2020/2021. Lokasi yang jauh dari permukiman penduduk dan ketatnya persaingan antar-SMP menjadi faktor penyebab.
Kepala SMPN 2 Rejotangan, Sukatrin, mengatakan perolehan jumlah siswa tahun ini jauh di bawah batas maksimal atau pagu yang ditetapkan Dinas Pendidikan. Pagu minimal yang ditetapkan adalah 128 siswa atau empat kelas. Sepinya jumlah pendaftar itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
"Terkait kondisi ini, sesuai petunjuk dari Dinas Pendidikan, kami akan terus membuka pendaftaran sampai waktu yang tak terhingga atau sebelum penutupan dapodik," kata Sukatrin, Rabu (1/7/2020), seperti dilansir detik.com.
Pemkot Madiun Rintis Sekolah Tangguh Covid-19, Seperti Apa?
a mengaku sepinya pendaftar itu disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah lokasi sekolah yang jauh dari permukiman, hingga dikepung oleh sejumlah sekolah swasta atau sekolah negeri yang lain. Kondisi tersebut mengakibatkan daya saing antar sekolah semakin ketat.
"Di sekitar sini setidaknya ada sembilan sekolah, di antaranya sekolah besar ada SMPN 3 Ngunut, MTsN Rejotangan kemudian ada juga sekolah swasta. Di sisi lain posisi sekolah kami kurang menguntungkan, karena jauh dari permukiman," ujarnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan para calon siswa atau orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah yang lebih dekat dari rumah maupun memilih sekolah yang berbasis agama.
Ratusan Orang Tua di Surabaya Protes PPDB SMP Jalur Zonasi
Sukatrin mengaku berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah, salah satunya dengan berkeliling ke berbagai sekolah dasar (SD) di sekitarnya guna menjaring calon siswa baru. Pihaknya juga melakukan upaya pendekatan lain melalui tokoh masyarakat. Namun kegiatan tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal.
"Kami melakukan upaya perekrutan siswa baru sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Sedangkan sekolah swasta kan bebas, dan jauh hari sudah membuka pendaftaran dan menawarkan berbagai fasilitas seperti seragam gratis dan sebagainya," ujar Sukatrin.
Pihaknya mengakui minimnya jumlah siswa baru tersebut akan mempengaruhi nilai bantuan anggaran dari pemerintah. Namun pihaknya optimistis kegiatan belajar mengajar akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Guru-guru di sini sudah profesional, sehingga berapa pun jumlah siswa, kami akan tetap menjalankan KBM sebaik mungkin," imbuhnya.
Ditambahkan Sukatrin, merosotnya jumlah siswa baru di SMPN 2 Rejotangan tersebut telah terjadi sejak 2009 lalu. Guna meningkatkan peminat calon siswa baru, ke depan pihak sekolah akan mencoba dengan melakukan berbagai inovasi.
"Kami akan coba dengan berbagai ekstrakurikuler yang menarik," tandas Sukatrin.
Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More
Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA--PT Pegadaian menyabet penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia (BI) berkat peran strategisnya… Read More
This website uses cookies.