Pengendara melewati speed bump di Jl. Pahlawan atau depan Balai Kota Madiun, Selasa (16/6/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun menegaskan pembangunan speed bump atau polisi tidur di Jl. Pahlawan belum rampung. Penyelesaikan pembangunan speed bump yang sempat ramai dibicarakan publik ini dijadwalkan rampung dua hari.
Seperti diketahui, pembangunan speed bump di depan Balai Kota Madiun dan Plaza Madiun sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Para netizen mengkritisi pembangunan speed bump yang dianggap terlalu tinggi dan mmebahayakan pengguna jalan.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan pembangunan speed bump di Jl. Pahlawan memang belum rampung. Masyarakat diminta bersabar dan menunggu hingga pembangunan tersebut rampung.
Dinilai Membahayakan, Politikus PSI Kritik Pembangunan Speed Bump Jl. Pahlawan Madiun
Dia menyampaikan pembangunan speed bump menggunakan beton secara umum membutuhkan waktu sekitar 28 hari. Mulai dari pembuatan rangka, pengecoran, pengesatan, pengaspalan, dan pewarnaan.
Berdasarkan desain pembangunan, jarak aspal dari titik mulai hingga titik naik di masing-masing speed bump nantinya akan sepanjang 2 meter. Hal ini mmebuat kemiringan dari titik mulai hingga titik naik akan cukup landai.
“Ini memang sesuai rencana, setelah beton mengering akan langsung diaspal. Nanti setelah ditambal aspal, tidak akan setinggi ini,” kata Maidi seusai menghadiri rakor di Bakorwil Madiun, Selasa (16/6/2020).
Maidi menyampaikan proses pengaspalan speed bump akan dimulai Selasa malam. Ditargetkan pengaspalan akan rampung dua hari. Setelah pengaspalan rampung, speed bump tersebut akan dicat dengan cat khusus yang bisa menyala saat malam hari.
Sidang Putusan Sengketa Kepengurusan PSHT Digelar Kamis, Semua Anggota Dilarang Hadir
Lebih lanjut, dia menegaskan seluruh kendaraan yang masuk ke Jl. Pahlawan memang harus menurunkan kecepatannya maksimal 30 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, kemungkinan kecil akan mengalami kecelakaan saat melewati speed bump itu.
“Kota itu harus memiliki jalan yang ikonik. Di Yogyakarta ada Malioboro. Kalau di Madiun ada Jl. Pahlawan,” ujarnya.
Kepaa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Suwarno, mengatakan pembangunan speed table/speed bump di Jl. Pahlawan tidak melanggar Peraturan Menteri PErhubungan RI Nomor 82 tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan.
Dalam Permenhub itu, pada Pasal 3 ayat 5 huruf b disebutkan bahwa aturan speed table memiliki ukuran tinggi antara 8 sampai 9 cm, lebar bagian atas 660 cm, dan kelandaian paling tinggi 15%.
“Sedangkan speed table di Jl. Pahlawan setelah proses pengaspalan nanti tingginya hanya 8 cm dan kelandaian tidak sampai 1%,” kata dia.
Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More
Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More
This website uses cookies.