Kategori: News

PEREDARAN NARKOBA : Gawat, Kampus Universitas Jember Jadi Sasaran Narkoba

Peredaran narkoba tak mengenal batas usia dan lokasi. Bahkan, di salah satu kampus ternama di Jawa Timur, Universitas Jember juga ditemukan seorang pengedar berstatus mahasiswa.

 

Madiunpos.com, JEMBER – Satuan Narkoba Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menangkap enam orang yang diduga menjadi sindikat pengedar narkoba yang beroperasi di kawasan Kampus Universitas Jember (Unej) Jatim.

 

Kasat Narkoba Polres Jember, AKP Sukari, mengatakan pihaknya telah menangkap enam orang tersangka yang menjadi pengedar dan kurir narkoba jenis sabu-sabu di kawasan kampus.

 

"Selama sepekan kami berhasil menangkap enam orang tersangka yang diduga kuat pengedar narkoba di kalangan mahasiswa," tuturnya, Selasa (10/3/2015).

 

Menurut dia, penangkapan yang pertama dilakukan pada hari Jumat (6/3) terhadap dua orang tersangka masing-masing Aryo Busono, 42, warga Desa Curah Takir, Kecamatan Tempurejo dan Ali Imron, 23, warga Kabupaten Banyuwangi yang merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta di Jember.

 

"Keduanya ditangkap di sekitar kampus Universitas Jember, tepatnya di Jalan Jawa dan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,15 gram dan alat pengisapnya," paparnya.

 

Setelah menangkap dua tersangka itu, polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus narkoba tersebut dan menangkap empat orang tersangka lainnya.

 

"Mereka adalah Karim, 45, warga Kecamatan Tempurejo, Wahyudi, 43, warga Kecamatan Mumbulsari, Mulyadi, 36, dan Sahar, 35, keduanya warga Kecamatan Sumbersari. Keempat tersangka merupakan kurir narkoba," katanya.

 

Ia menjelaskan polisi masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang diduga kuat sebagai bandar dan pemasok narkoba di kalangan sejumlah kampus negeri dan swasta di Jember.

 

"Identitas sudah kami kantongi dan kami memburu seorang tersangka lain yang diduga sebagai bandar sekaligus pemasok sabu-sabu kepada para tersangka lainnya," ujarnya.

 

Keenam tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu itu dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

 

Sukari menjelaskan penangkapan enam tersangka tersebut berawal dari informasi yang disampaikan Rektor Unej M. Hasan terkait dengan salah satu warung di kawasan Kampus Unej yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba di kalangan mahasiswa.

Aries Susanto

Dipublikasikan oleh
Aries Susanto

Berita Terkini

Gadai Tabungan Emas Hingga Bayar Angsuran Lewat Pegadaian Digital, Banyak Promo “Gajian Emas” Menanti

Madiunpos.com, JAKARTA – Berikan manfaat lebih bagi masyarakat dalam bertransaksi, Pegadaian hadirkan berbagai promo diskon… Read More

21 jam ago

Berkat Komitmen pada Pelayanan Prima, Pegadaian Raih Penghargaan

Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More

2 hari ago

Pegadaian Ajak Masyarakat Berinvestasi Aman di Era Digital

Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More

3 hari ago

Pegadaian Raih Penghargaan OJK Financial Literacy Award 2025

Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More

7 hari ago

Komitmen Dukung Generasi Emas, Pegadaian Beri Apresiasi Tabungan Emas untuk Paskibraka Nasional 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More

1 minggu ago

Berjaya di Tingkat Global, Pegadaian Sabet Penghargaan PMO Terbaik Asia-Pasifik

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More

1 minggu ago

This website uses cookies.