Kategori: News

Ini Cara Peternak Sapi di Madiun untuk Bertahan Hidup Selama Pandemi Covid-19

Madiunpos.com, MADIUN — Peternak sapi perah di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun mulai merasakan dampak pandemi Covid-19. Namun, para peternak memiliki cara supaya tidak terlalu merugi selama wabah masih melanda.

Ketua Kelompok Peternak Sapi Perah Nedyo Rahayu Desa Kresek, Kuswanto, mengatakan peternak sapi perah di Desa Kresek mulai merasakan dampak pandemi pada pertengahan Maret lalu. Selama pandemi, permintaan susu sapi menurun hampir 50%.

Penurunan permintaan ini karena sebagian besar kafe maupun usaha penjualan susu segar yang ada di Kota Madiun tutup. Selain itu, juga memang terjadi penurunan permintaan di tingkat masyarakat. Akibatnya hampir separuh susu segar yang setiap hari dihasilkan para peternak pun tidak laku terjual.

Dikira Bom, Tas Ransel di Madiun Ternyata Berisi Pakaian

“Setiap hari, kami bisa menghasilkan 250 liter susu segar. Itu biasanya ya habis. Tetapi selama pandemi, memang permintaan menurun sekitar 50%,” kata dia saat ditemui wartawan di rumahnya, Sabtu (9/5/2020).

Dengan kondisi tersebut, lanjut Kuswanto, pengurus kelompok peternak pun memutar otak supaya susu sapi hasil perahan dari para peternak bisa terjual. Sehingga para peternak tidak kebingungan dalam memenuhi kebutuhan hidup selama masa wabah.

Pengurus Kelompok Peternak Sapi Perah Nedyo Rahayu, Yuni Ernawati, 38, menambahkan salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan mengubah susu sapi perahan dengan beragam inovasi produk. Susu sapi itu diolah menjadi beragam produk seperti yoghurt, keju mozzarella, susu aneka rasa, susu korma, dan susu madu.

Antisipasi Pemudik Nekat Turun Di Overpass Tol, Polres Ngawi Buat Posko Tambahan

“Ada banyak kegiatan yang biasanya membutuhkan susu sapi dibatalkan selama masa pandemi. Kami sangat merasak itu. Untuk itu, kami mencoba mengolah menjadi produk lain,” kata dia.

Dengan inovasi produk ini, imbuhnya, susu hasil para peternak sapi tidak akan terbuang sia-sia karena tidak laku dijual. Selain itu, para peternak bisa tetap bertahan selama masa wabah terjadi.

“Kalau dibuat yoghurt, keju mozzarella, ataupun susu rasa buah kan bisa awet. Itu juga laku kalau dijual,” jelas Yuni.

 

Abdul Jalil

Dipublikasikan oleh
Abdul Jalil

Berita Terkini

Gadai Tabungan Emas Hingga Bayar Angsuran Lewat Pegadaian Digital, Banyak Promo “Gajian Emas” Menanti

Madiunpos.com, JAKARTA – Berikan manfaat lebih bagi masyarakat dalam bertransaksi, Pegadaian hadirkan berbagai promo diskon… Read More

24 jam ago

Berkat Komitmen pada Pelayanan Prima, Pegadaian Raih Penghargaan

Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More

2 hari ago

Pegadaian Ajak Masyarakat Berinvestasi Aman di Era Digital

Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More

3 hari ago

Pegadaian Raih Penghargaan OJK Financial Literacy Award 2025

Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More

7 hari ago

Komitmen Dukung Generasi Emas, Pegadaian Beri Apresiasi Tabungan Emas untuk Paskibraka Nasional 2025

Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More

1 minggu ago

Berjaya di Tingkat Global, Pegadaian Sabet Penghargaan PMO Terbaik Asia-Pasifik

Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More

1 minggu ago

This website uses cookies.