Mapolsek Wungu, Polres Madiun. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
Madiunpos.com, MADIUN -- Seorang kakek-kakek berusia 63 tahun di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun menghamili seorang siswi berusia 17 tahun. Kakek-kakek berinisial J itu mengancam korban setiap kali selesai berhubungan intim.
Kapolsek Wungu, AKP Isnaini Ujianto, mengatakan kakek J sudah melakukan hubungan badan dengan siswi itu sebanyak 12 kali. Hingga akhirnya siswi tersebut hamil. Kini, usia kehamilannya sudah menginjak tujuh bulan dua pekan.
Dia menuturkan setiap kali usai melakukan hubungan badan dengan korban, pelaku ini selalu mengancam korban supaya tidak memberitahu orang lain.
“Jadi, setelah berhubungan badan. Pelaku ini berkata supaya korban tidak cerita kepada orang lain. Ancamannya berupa kata-kata. Tidak menggunakan senjata tajam untuk mengancam,” jelas dia, Senin (15/3/2021).
Untuk memuluskan aksi bejatnya itu, kata Isnaini, pelaku merayu korban dengan memberikan uang. Nilainya bervariasi, antara Rp20.000 hingga Rp50.000.
Sebelum melakukan aksinya itu, pelaku biasanya memanggil korban untuk datang ke rumahnya. Kemudian korban diajak masuk ke kamar dan dicabuli.
“Korban dan pelaku ini tetangga,” jelas dia.
Pelaku yang merupakan seorang petani sebenarnya masih memiliki istri dan memiliki dua orang anak. Pelaku melakukan hubungan badan dengan korban saat rumahnya kosong.
Atas perbuatannya itu, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Hamili Siswi SMA, Kakek-Kakek di Madiun Dibekuk Polisi
Aksi bejat pelaku terungkap saat korban mengeluh sakit perut dan setelah diperiksakan ke klinik kesehatan ternyata dinyatakan hamil.
“Itu terungkap pada Sabtu (6/3/2021). Perut korban terasa keram dan sakit,” ujar kapolsek.
Atas laporan dari keluarga korban, polisi kemudian membekuk pelaku di rumahnya pada Jumat (12/3/2021). Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Wungu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Terkait kondisi korban, Isnaini menyampaikan korban baik-baik saja. Pihak kepolisian melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Wungu mendampingi korban.
“Saat ini korban dikembalikan ke keluarganya. Tapi tetap mendapatkan pendampingan dari kami,” ujar dia.
Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More
Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA--PT Pegadaian menyabet penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia (BI) berkat peran strategisnya… Read More
This website uses cookies.