Keraton Gunung Kawi. (idntimes.com)
Madiunpos.com, MALANG – Gunung Kawi adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gunung ini cukup dikenal karena adanya tempat ziarah pesarean Gunung Kawi. Gunung Kawi juga terkenal dengan hal-hal yang berkaitan dengan pesugihan dan ritual-ritual yang sering diadakan.
Gunung Kawi dikaitkan dengan tempat yang angker dan suasana yang mistis. Banyak yang melakukan ritual-ritual karena mencari kekayaan yang tidak terhingga dan berlangsung selamanya. Masyarakat Jawa menganggap Gunung Kawi sebagai sumber dari segala jenis pesugihan berasal.
Dikutip dari phinemo.com, Kamis (19/11/2020), lokasi dari pesugihan di Gunung Kawi berada di kawasan hutan di antara makam dan tempat petilasan Prabu Kameswara I. Namun demikian pesugihan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Prabu Kameswara I, semuanya murni berdiri sendiri akibat ambisi dari manusia-manusia yang salah langkah.
Ayla Tabrak Honda CBR1000RR Akhirnya Damai, Alasannya Bikin Baper
Hutan di antara makam dan petilasan Prabu Kameswara I konon menjadi tempat tinggal dari berbagai makhluk astral. Telah banyak yang tersesat di hutan ini. Niat awal memohon berkah leluhur tetapi malah berbelok mencari kejayaan secara cepat dan instan.
Hutan ini menjadi sumber berbagai jenis pesugihan seperti tuyul hingga buto ijo. Namun, pesugihan yang paling sering di datangi adalah pesugihan siluman monyet. Sehingga tak heran jika banyak kawanan monyet yang diduga berasal dari sukma-sukma yang ditumbalkan demi harta kekayaan.
Pelaku pesugihan umumnya adalah orang-orang yang sudah berkeluarga yang gelap mata akibat himpitan ekonomi. Demi harta kekayaan, mereka dengan sukarela menumbalkan agama, keluarga, bahkan dirinya sendiri.
Belajar Tatap Muka Mulai Januari 2021, Orang Tua Siswa Harus Ditanya
Orang-orang tersesat ini datang ke Gunung Kawi bersama dengan seorang paranormal yang memiliki akses komunikasi dengan makhluk astral. Sampai di lereng mereka akan disambut oleh sosok astral yang menyamar sebagai seorang petani atau pencari rumput.
Kemudian mereka menuju ke sebuah kerajaan makhluk astral di Gunung Kawi. Sesampainya disana, orang-orang yang tersesat akan ditanya terkait kerelaannya mengorbankan semuanya yang dimiliki.
Dengan mantap mereka akan menyangggupi karena telah gelap mata. Harta kekayaan yang melimpah akan diberikan setelah mereka memberikan tumbal kepada raja makhluk astral tersebut.
Tertimpa Tebing Runtuh di Pantai, 1 Keluarga Meninggal
Menurut cerita masyarakat sekitar di malam-malam tertentu orang-orang yang tersesat akan memberikan sesajen di lereng Gunung Kawi. Sesajen biasanya berupa makanan kesukaan dari orang-orang yang telah meninggal sebagai tumbal. Sesajen akan dimakan oleh monyet-monyet sambil meneteskan air mata.
Madiunpos.com, JAKARTA-PT Pegadaian kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, terbukti dengan… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA -- PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan… Read More
Madiunpos, JAKARTA – PT Pegadaian kembali mencetak prestasi gemilang dengan menerima penghargaan Financial Literacy Award… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Pegadaian menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi emas Indonesia melalui program “Pegadaian Peduli… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Project Management Office… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA--PT Pegadaian menyabet penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia (BI) berkat peran strategisnya… Read More
This website uses cookies.