Lokasi rumah korban (Detik.com/Istimewa)
Madiunpos.com, PONOROGO -- Kisah pilu dialami seorang suami yang nekat bunuh diri dengan meminum cairan pemutih sapu lidi. Korban, Imam Mustofa, 46, ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Beduri, Kecamatan Ponorogo.
Penyebabnya, korban depresi setelah sang istri terjerat kasus hukum penggelapan yang ditangani oleh Polda Jawa Timur. Bahkan rumah mereka juga ditandai papan disita oleh Ditkrimum Polda Jatim sejak Kamis (28/5/2020) lalu.
"Kejadiannya pukul 00.00 WIB dinihari, hari ini baru dilaporkan," tutur Kasubag Humas Polres Ponorogo Iptu Edy Sucipta, Minggu (31/5/2020).
Waduh, Sekeluarga Mancing di Pacitan Disapu Gelombang, 1 Tewas 1 Hilang
Dia menerangkan kronologi Sabtu (30/5/2020) malam, istrinya melihat korban sehabis salat Isya duduk di teras rumah. suaminyamemegang tasbih terlihat berzikir.
Selang beberapa saat kemudian korban menghampiri istrinya di ruang tamu. Korban meminta maaf karena tidak bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi istrinya yang berimbas kepada keluarga.
"Saat itu istri menjawab tidak apa dan meminta agar korban bersabar. Kemudian korban masuk ke rumah bagian samping tempat korban salat," terang Edy seperti diberitakan Detik.com.
Tiga Orang Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan di Malang
Setelah itu lanjut dia, korban setengah berlari mendorong pintu ruang tamu tempat istrinya tiduran. Istrinya sudah melihat korban mengeluarkan cairan busa putih dari mulut dan hidungnya.
"Kemudian sama istri, anak dan tetangganya membawa korban ke RS Darmayu, tetapi setibanya di RS korban meninggal," jelas Edy.
Edy menambahkan hasil penyelidikan polisi, korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara meminum cairan H2O2 Hidrogen Piroxid. Cairan pemutih itu untuk memutihkan sapu lidi.
Aksi Berbahaya, Pria Berenang di Danau Kawah Ijen Evakuasi Jenazah Temannya
"Saat istrinya menolong korban tercium aroma cairan pemutih serta terasa panas dan meninggalkan noda putih di tangan," imbuh Edy.
Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti, mulai dari satu botol minuman air mineral ukuran 600 mililiter berisi cairan pewangi. Kemudian satu jerigen plastik warna biru dengan ukuran 25 liter berisi Cairan pemutih Hidrogen Peroxide (H2O2). Juga satu buah gelas dan satu buah wadah takaran air berbentuk kotak dari plastik.
"Hasil pemeriksaan tim medis, korban wajahnya membengkak serta mulut melepuh," tukas Edy.
Polisi Tangkap 6 Pelaku Begal yang Tewaskan Pelajar di Jember
Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima dan ikhlas. Serta tidak menuntut kepada siapapun dan membuat surat pernyataan tidak akan dilakukan otopsi.
"Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," pungkas Edy.
Madiunpos.com, JAKARTA-Pegadaian bersama Universitas Halu Oleo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko,… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Komitmen kuat PT Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten… Read More
Madiunpos.com, PHOENIX – PT Pegadaian kembali mencatatkan prestasi monumental di kancah internasional. Kali ini Pegadaian… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – PT Pegadaian sukses menggelar Malam Penganugerahan Pegadaian Media Awards (PMA) 2025 “Bersama… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA-Aplikasi unggulan, Tring! by Pegadaian, kini berhasil menembus angka 2 Juta pengguna terdaftar, sejak… Read More
Madiunpos.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC)… Read More
This website uses cookies.