NGGOWES LAMPUNG-BALI : Jika Medan Berat, Rem Karet Sepeda Bisa Langsung Habis dalam Sehari

NGGOWES LAMPUNG-BALI : Jika Medan Berat, Rem Karet Sepeda Bisa Langsung Habis dalam Sehari Egi Suryana bersama sepeda ontelnya yang ia beli seharga Rp150.000. (JIBI/Solopos/Aries Susanto)

    Nggowes Lampung-Bali yang dilakukan Egi Suryana tetu saja tak semuanya semulus jalan tol. Medan yang ganas, menanjak naik, dan turun curam membuat cepat lelah tubuh dan sepeda.

    Madiunpos.com, NGAWI – Egi Suryana benar-benar merasakan pengalaman hidup yang tak terlupakan sepanjang hidupnya. Pengalaman itu ialah perjalanan panjang ribuan kilometer dari kampung halamannya di Desa Tanjung Sari, Tanjung Raya, Mesuji, Lampung menuju Jawa-Madura- Bali. Dan semua itu ia jalani bukan dengan naik motor, bus, apalagi pesawat, melainkan sepeda ontel.

    Ya, lelaki 37 tahun ini benar-benar nekat. Pengujung 2014 lalu, setelah ia utarakan maksudnya itu kepada keluarganya, ia mulai mengumpulkan uang recehan untuk membeli sepeda di pasar. Bukan sepeda mahal atau baru yang ia beli. Melainkan sepeda bekas yang hanya mampu ia beli seharga Rp150.000.

    “Setelah saya beli, saya lantas perbaiki sendiri, saya setel semua roda-rodanya,” kisahnya saat berbincang dengan Madiun Pos di tepi jalan raya Solo-Ngawi, tepatnya di Desa Kebon, Kecamatan Paron, Ngawi, Rabu (20/5/2015).

    Awal April lalu, dengan bacaan bismillah, ia lantas memulai perjalanan panjangnya. Ia membawa bekal seadannya. Ban dalam cadangan, pompa angin mini, serta sejumlah karet ban untuk rem.

    “Saat melewati jalan raya di Lampung yangnaik turun, rem karet sepeda saya habis dalam sehari. Untung, saya bawa cadangan,” kisahnya.

    Saat melintasi medan yang ekstrem, rem memang kendali nomor wahid. Tak heran, Egi menyiapkan rem karet cadangan begitu habis termakan velg sepeda.

    “Pernah juga saat melewati daerah Jawab Barat, mangkokan gotri sepeda pecah karena sepeda meluncur sangat kencang di jalan turunan,” tambahnya.

    Beruntung, Egi tak menemui aral yang fatal. Ia juga tak pernah mengalami kecelakaan atau aksi kejahatan lainnya, seperti begal atau copet. Saat sepedanya rusak, ia juga bisa membetulkan sendiri dengan peralatannya sendiri yang disimpan di tas rangselnya.

    “Tapi pernah juga saya bawa ke bengkel sepeda pas mangkokan as roda pecah,” paparnya.



    Editor : Aries Susanto

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.