ARISAN ONLINE : Mahasiswi Ini Digiring Sejumlah Lelaki ke ATM, Apa Penyebabnya?

ARISAN ONLINE : Mahasiswi Ini Digiring Sejumlah Lelaki ke ATM, Apa Penyebabnya? Foto Mega Retno Palufi (istimewa.dok pribadi)

    Arisan online benar-benar membuat kehidupan Mega Retno Palufi, 20, kini dalam ancaman. Mahasiswi semester satu ini bahkan pernah digiring masuk ke dalam mobil oleh sejumlah lelaki menuju ATM.

    Madiunpos.com, MAGETAN — Mega Retno Palufi, 20, masih berstatus sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Madiun, namun ia sudah menanggung utang Rp1 miliar gara-gara mengelola arisan online. Ia pun ditagih sana-sini. Beruntung, gadis berusia 20-an tahun itu tak mendapatkan kekerasan fisik atau pelecehan seksual. Meski demikian, ia mengalami trauma cukup berat atas peristiwa itu.

    “Saya sendirian digiring oleh sejumlah lelaki yang kemungkinan preman. Saya benar-benar shock saat itu,” kisahnya kepada Madiunpos.com, saat ditemui di rumahnya di RT 016/ RW 005 Desa Madigondo, Takeran, Magetan, Senin (12/1/2015), untuk dimintai konfirmasi terkait kasus arisan online yang ia kelola.

    Mega melanjutkan, seusai digiring dan dimasukkan ke dalam mobil, ia lantas diajak menuju anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BNI. Di sana, ia lantas dipaksa mengeluarkan uang yang ia miliki dan mentransfer ke rekening orang-orang tersebut utang yang ia tanggung gara-gara mengelola arisan online.

    “Uang saya di ATM dan uang ibu saya hasil pinjaman ludes semua. Mereka sangat kasar, maunya meminta uang modal dan profit dengan cara yang tak manusiawi,” paparnya seraya menyebutkan uangnya di ATM sekitar Rp22 juta.

    Mega mengakui, arisan online yang ia kelola bangkrut. Ada 2.000-an anggota atau peserta arisan online yang ia kelola. Namun, sebagian besar sudah diberikan hak dan modalnya dikembalikan meski harus memakai uang pribadinya.

    Untuk anggota yang modalnya cukup besar, ia meminta waktu sekitar lima bulan untuk melunasinya. Namun, sebagian peserta arisan online ada yang tak terima dan melakukan cara-cara kasar, salah satunya menyewa preman. “Saya itu sudah enggak punya uang sama sekali. Uang saya dibawa teman dan enggak kembali. Sekarang saya harus mengembalikan uang anggota sekitar Rp1 miliar,” paparnya.

    KLIK dan LIKE di sini untuk update informasi Magetan dan Madiun Raya.



    Editor : Aries Susanto

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.