Duh, Rumah Sakit jadi Klaster Baru dalam Kasus Covid-19 di Jatim

Muncul klaster baru dalam kasus Covid-19 di Jawa Timur yakni klaster rumah sakit.

Duh, Rumah Sakit jadi Klaster Baru dalam Kasus Covid-19 di Jatim Ketua Rumpun Tracing Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso. (detik.com)

    Madiunpos.com, SURABAYA -- Muncul klaster baru yang memberi kontribusi pada penambahan jumlah kasus Covid-19 di Jawa Timur, yakni klaster tenaga kesehatan atau klaster rumah sakit. Ada sedikitnya 20 pasien Covid-19 dari klaster ini.

    Sementar itu, penambahan kasus Covid-19 di Jatim hingga Kamis (21/5/2020) malam mencapai 502 orang. Kebanyakan berasa dari klaster yang sudah ada.

    "Memang yang ada ini penambahan dari klaster-klaster yang sudah ada, yang baru hanya klaster dari rumah sakit. Ada dari tenaga kesehatan yang kemudian ada positif COVID-19 sebanyak 20," papar Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, di Surabaya, Kamis  malam.

    FIFPro Kecam PSSI Yang Perbolehkan Klub Potong Gaji Pemain Hingga 75 Persen

    Kohar memerinci 20 tenaga kesehatan yang terkena Corona ini 12 di antaranya adalah tenaga kesehatan, 4 dokter, dan 3 dokter spesialis. "Empat adalah dokter bahkan tiga di antara itu [dokter] spesialis," ungkap Kohar.

    Namun, Kohar menyebut jika para tenaga kesehatan ini kebanyakan tidak menangani pasien terjangkit virus corona secara langsung.

    "Tapi bukan dia menolong Covid-19 secara langsung, tapi karena dia melakukan kegiatan pelayanan di tempat lain," imbuhnya.

    Habib Umar Assegaf Dilaporkan ke Polisi, Buntut Kasus Lawan Petugas PSBB

    Sementara klaster tambahan lainnya, lanjut Kohar, yakni masyarakat yang bepergian ke luar negeri hingga luar kota. "Kemudian yang lainnya adalah masuk dalam penambahan klaster yang sudah ada. Memang ada satu yang kita bisa kelompokkan adalah kelompok yang melakukan perjalanan ke luar negeri," pungkas Kohar.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.