Isu Penculikan Anak Marak Beredar Di Madiun, Polisi Pastikan Hoaks

Isu penculikan anak beredar di Whatsapp meresahkan warga Madiun meski belakangan terbukti hoaks.

Isu Penculikan Anak Marak Beredar Di Madiun, Polisi Pastikan Hoaks Tangkapan layar unggahan @polres_madiun di Instagram. (Instagram)

    Madiunpos.com, MADIUN —  Masyarakat Madiun dibuat resah dengan beredarnya dua pesan isu penculikan anak yang beredar di Whatsapp. Setelah diselidiki, ternyata pesan tersebut tidak benar atau hoaks.

    Pesan tersebut berisi kronologi kejadian penculikan, lengkap dengan lokasinya. Pesan pertama menyebutkan seorang anak bernama Ayu, siswi SD Sareng 1, Geger, Kabupaten Madiun, diduga menjadi korban percobaan penculikan.

    Anaknya Pak Broden/Waroh yg bernama ayu.. di SD Sareng 1 wktu istirahat beli jajan.. dipanggil2 org didlm mobil inova wrn hitam kaca hitam.. si ayu lgsg lari smbl teriak2. Mobil parkir didepan rmh mas gatot diutr jln -+ 1 jam.. slh 1 guru SD kluar mobil lgsg jln ke timur,” isi pesan tersebut.

    Tangkapan layar unggahan @polres_madiun di Instagram. (Instagram)

    Tak hanya di Geger, pesan kedua juga menyiarkan kejadian yang sama. Lokasinya di daerah Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

    Polrestabes Surabaya Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak di Kota Pahlawan

    Seperti yang terlihat pada isi pesan, “Info hri ini penculikan di daerah karangrejo madiun, saat ini polisi masih mengejar pelaku. Polisi memblokade jln arah ke dungus, krn di prkirkan lari ke arh dungu.

    Kabar tersebut ditanggapi Polres Madiun di Instagram. Melalui akun resmi mereka, @polres_madiun, Polres pada Selasa (25/2/2020) membagikan informasi yang menjelaskan bahwa berita penculikan anak di Madiun tidaklah benar.

    Informasi tersebut : TIDAK BENAR/HOAKS,” tulis @polres_madiun.

    Marak Kabar Penculikan Anak, Dinas Pendidikan Situbondo Keluarkan Surat Edaran

    Be smart netizen, ayo bijak dalam bermedsos,” tambahnya.

    Meski isu penculikan anak tidak terbukti kebenarannya, masyarakat Madiun harus tetap waspada.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.