Kekeringan di Bojonegoro, 5 Desa Minta Bantuan Air Bersih

Sedikitnya lima desa di Bojonegoro meminta bantuan air bersih menyusul kekeringan melanda wlayah mereka.

Kekeringan di Bojonegoro, 5 Desa Minta Bantuan Air Bersih Ilustrasi--Kekeringan. (Antara)

    Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Sedikitnya lima desa di Bojonegoro meminta bantuan air bersih menyusul kekeringan melanda wlayah mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mendistribusikan air 5.000-10.000 liter ke setiap desa menyesuaikan luas wilayah terdampak.

    Distribusi air bersih kali pertama dilakukan BPBD pada 7 September lalu. Ada lima desa yang mendapatkan bantuan ini yakni Desa Butoh Ngasem, Desa Ngorogunung Bubulan, Desa Sumberharjo Sumberejo, Desa Mulyorejo Tambakrejo dan Desa Ngasem Kecamatan Ngasem.

    Masing-masing desa mendapatkan alokasi batuan air bersih sebanyak 5.000 liter. Khusus bagi Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberejo, menerima 10.000 liter air lantaran wilayah kekeringan mencapai tujuh RT.

    "Memang baru lima desa tersebut yang melayangkan surat kepada BPBD. Beberapa desa sudah mulai melaporkan bahwa ketersediaan air bersih mulai menipis," Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, seperti dilansir Suara.com, Rabu (9/9/2020).

    Model Playboy Ini Habiskan Rp1,9 M Demi Pinggang Terkecil di Dunia

    Nadif memprediksi permintaan air bersih akan terus meningkat. BPBD Bojonegoro setidaknya telah menyiapkan sekitar 1.000 tangka air bersih dengan kapasitas 5000 liter guna menghadapi kekeringan tahun ini.

    "Beberapa waktu yang lalu BPBD juga mendistribusikan 36 buah tandon air untuk 36 desa terdampak kekeringan, dengan sistem pinjam pakai," ujar dia.

    Tandon air tersebut, lanjut Nadif, diharapkan bisa membantu saat droping air bersih. Ia berharap setiap desa terdampak kekeringan membuat laporan kepada BPBD untuk mekanisme pengiriman air bersih.

    Mantab! 19,2 Ton Kopi Dieskpor ke Inggris



    Editor : Cahyadi Kurniawan

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.