Obyek Wisata Telaga Sarangan Kermbali Ditutup, Kenapa?

Untuk pembukaan kembali, masih menunggu perkembangan hasil tracing terhadap pasien positif

Obyek Wisata Telaga Sarangan Kermbali Ditutup, Kenapa? Kawasan Telaga Sarangan. (Detik.com)

    Madiunpos.com, MAGETAN — Obyek wisata alam Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan, JAwa Timur ditutup kembali. Padahal obyek wisata ini baru dibuka 22 Juni 2020. Penutupan ini seiring satu warga di kawasan tersebut positif Covid-19.

    “Betul kita tutup [obyek wisata] Telaga Sarangan karena ada warganya yang positif. Sebenarnya baru di buka tanggal 22 Juni 2020,” kata Bupati Magetan Suprawoto, Sabtu (11/7/2020).

    Uji Coba New Normal, Destinasi Wisata Telaga Sarangan Dibuka Lagi

    Penutupan Telaga Sarangan Magetan, kata Kang Woto sapaan akrab Bupati Magetan, terhitung Jumat (10/7/2020) pukul 10.00 WIB. Untuk pembukaan kembali, masih menunggu perkembangan hasil tracing terhadap pasien positif baru warga Sarangan.

    “Kita masih lakukan tracing [penelusuran] dan untuk pembukaan lagi kita tunggu lebih lanjut,” katanya.

    Yeay.. Wisata Bahari Lamongan Segera Dibuka, Catat Tanggalnya!

    Dia mengatakan warga yang positif merupakan pasien ke 122 berinisial SPY. Pasien pria berusia 54 tahun ini dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan. Sementara satu lagi pasien ke 123 asal Takeran berinisial SJK pria berusia 44 tahun.

    “Tambahan hari Jumat kemarin memang ada dua, selain warga Sarangan. Yakni warga Takeran,” paparnya.

    Para Pelaku Wisata Mendesak Kawasan Bromo Dibuka Kembali

    Data yang dihimpun seperti dikutip dari Detik.com, saat ini keseluruhan data yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Magetan 123 orang. Dari 123 tersebut 81 di antaranya telah sembuh.

    Sedangkan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia empat orang dan yang masih dirawat menunggu sembuh 38 pasien. Sementara PDP sebanyak 110 orang, 68 dinyatakan sembuh dan 24 meninggal dunia dan masih menyisakan 18 kasus PDP.

    Bermodal Rp30 Juta, Dua Bersaudara di Madiun Ubah Sawah Jadi Taman Wisata

    Sedangkan warga berstatus ODP sebanyak 410 orang, dinyatakan sembuh 331 orang, meninggal dunia 13 orang dan menyisakan 66 kasus ODP.



    Editor : Arif Fajar Setiadi

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.