Gubernur Jatim Kesal Banyak Warga Yang Abai Instruksi Tetap Di Rumah

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, kesal karena mash banyak warga yang abai dengan instruksi agar tetap di rumah.

Gubernur Jatim Kesal Banyak Warga Yang Abai Instruksi Tetap Di Rumah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat meninjau pabrik masker dan alat pelindung diri (APD) di PT Jayamas Medica Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/03/2020). (Antara)

    Madiunpos.com, SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kesal dengan masih banyaknya masyarakat Jatim yang tidak mengikuti imbauan untuk tetap di rumah. Hingga Selasa (24/3/2020) pagi, jumlah orang dalam pemantauan tercatat 1.405 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 125 orang. Belum ada tambahan pasien positif Covid-19, yakni 41 orang.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sudah melakukan berbagai imbauan pencegahan kepada masyarakat hingga lini bawah. Namun masyarakat masih abai untuk mengikuti imbauan ini.

    “Imbauan dari aparat desa kecamatan sudah dilakukan. Dari kota dan pemprov dilakukan. Tapi masih banyak masyarakat yang belum ikuti imbauan ini,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (23/3/2020), seperti dilansir Suara.com.

    Di Ponorogo, 884 Kasus Corona Tersebar di 4 Kecamatan Ini

    Meski yang meninggal baru satu orang yakni di Malang, Khofifah meminta masyarakat untuk tak menganggap sepele wabah Covid-19 yang merebak saat ini. Ia juga meminta warga untuk tidak membuat keramaian.

    Khofifah juga meminta tempat-tempat hiburan malam yang masih dibuka untuk segera ditutup demi pencegahan penyebaran virus ini.

    Reward Rp15 Juta

    Sementara itu, untuk menunjang tenaga medis yang bertugas menangani pasien virus corona atau Covid-19, Pemprov Jawa Timur kini menyiapkan dukungan berupa alat pelindung diri (APD). Selain itu reward juga akan diberikan ke mereka.

    Khofifah mengatakan APD tersebut akan dikirimkan ke 63 rumah sakit rujukan yang ada di Jawa Timur. APD tersebut diterima sebanyak 10.000 unit yang terdiri atas penutup kepala, masker, kacamata, baju hazmat, sarung tangan, dan sepatu.

    PDP Corona, Empat Santri Ponpes Ternama Magetan Dirawat Di Madiun

    “Kita bagikan malamke 63 rumah sakit rujukan,” kata Khofifah.

    Pembagian APD tersebut lanjut Khofifah akan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit. Dari 10.000 APD nantinya juga ada yang dijadikan stok di Posko Gugus Tugas.

    Sementara terkait reward atau bonus tambahan, Khofifah menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan Rp15 juta bagi setiap tim medis yang melayani satu pasien yang positif terkena Covid-19.

    Adang Corona, Pemkab Ponorogo Dirikan Pos Siaga di Perbatasan

    “Yang lakukan layanan maka satu tim, satu pasien akan mendapatkan reward Rp15 juta,” jelasnya.

    Bonus lain juga diberikan bagi tim yang melayani pasien dengan keluhan gejala sakit virus corona. Mereka biasanya masuk dalam tim screening. Tim tersebut akan diberikan bonus sebesar Rp7 juta.

    “Kalau untuk layanan screening kami berikan bonus satu tim Rp7 juta,”imbuhnya.

    Begini Cara Mencegah Kulit Tangan Kering Karena Sering Cuci Tangan

    Dengan dibagikannya APD dan reward atau bonus kepada petugas medis ini diharapkan bisa menambah semangat mereka. Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas medis yang sudah merelakan tenaga dan waktunya untuk menyelamatkan nyawa orang.

    “Merekalah saat ini yang menjadi garda depan menyelamatkan nyawa orang yang terinfeksi atau mempunyai gejala virus corona. Harapan kami saling memberikan apresiasi kepada tim medik-para medik yang beri layanan,” tutupnya.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.