Satu Kelurahan di Kota Malang PSBL, Karena Puluhan Warga Positif Covid-19

Sebelum PSBL diterapkan, puluhan warga di Kelurahan Mergosono disebut telah terpapar Covid-19.

Satu Kelurahan di Kota Malang PSBL, Karena Puluhan Warga Positif Covid-19 Satu Kelurahan di Kota Malang Lakukan PSBL. (Detik.com)

    Madiunpos.com, MALANG — Kelurahan Mergosono di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menerapkan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL). Karena puluhan warganya terpapar Covid-19. PSBL dimulai Jumat (10/7/2020) hingga 14 hari ke depan.

    Check point didirikan untuk memantau aktivitas keluar-masuk warga sejak PSBL diberlakukan. Warga yang bertugas di check point memeriksa satu per satu warga yang masuk wilayah Mergosono. Mulai pengecekan suhu tubuh, hingga pemeriksaan identitas bagi warga luar wilayah Mergosono. Warga juga menerapkan one gate sebagai akses keluar masuk.

    Bagi warga yang kedapatan bersuhu tubuh lebih dari 37 derajat, tim Satgas COVID-19 Kelurahan Mergosono meminta warga beristirahat sebelum akhirnya dicek suhu tubuh kembali.

    Video Ojol Ngamuk Karena Dilarang Putar Balik Viral, Kejadiannya di Malang

    Sebelum PSBL diterapkan, puluhan warga di Kelurahan Mergosono disebut telah terpapar Covid-19. Penularan virus diakibatkan adanya klaster keluarga. Semua berawal dari kurang kedisiplinan warga yang melakukan isolasi mandiri.

    Wali Kota Malang Sutiaji memantau langsung penerapan PSBL pada hari pertama di wilayah tersebut. Sutiaji menyebut ada 22 warga yang tinggal di 2 RW Kelurahan Mergosono yang terkonfirmasi Covid-19.

    “Sehingga warga berinisiatif mengajukan PSBL. Ini perlu kami apresiasi dari masyarakat berinisiatif atas kegelisahan warga di dua RW ada 22 kasus sehingga masyarakat sadar sehingga mau di lokalisir pergerakannya,” ujar Sutiaji kepada wartawan di sela pemantauan PSBL di Kelurahan Mergosono, Jumat (10/7/2020).

    Biadab, Bapak di Malang Tega Perkosa Anak Kandung

    Tak Main-Main

    Menurut Sutiaji, dari 22 warga di Kelurahan Mergosono yang terkonfirmasi positif Covid-19. Empat orang menjalani isolasi di tempat isolasi Jalan Kawi 41, Kota Malang. Hal itu, dikarenakan isolasi mandiri di rumah tidak memadai diterapkan. Mereka kemudian dievakuasi ke safe house atau rumah isolasi tersebut.

    “Kami tarik isolasi mandiri ketika dia secara psikologi dan fisik tidak memungkinkan diisolasi mandiri (Rumah masing-masing),” terangnya.

    Pasangan Muda Disarankan Tunda Kehamilan Saat Pandemi, Ini Alasannya

    Sutiaji mengaku tak main-main untuk meminimalisir penyebaran Corona. Terutama pada klaster-klaster keluarga yang mendominasi sebaran Covid-19 di Kota Malang.

    “Ini mungkin nanti bisa direplika [PSBL] di daerah-daerah lain seperti [Kelurahan] Bunulrejo yang mau juga demikian (PSBL),” tegasnya.

    Sementara Lurah Mergosono Karliono mengungkapkan bila penerapan PSBL ini akan berlangsung 14 hari ke depan, dengan melakukan evaluasi untuk setiap harinya.

    Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Ponpes Subulul Huda Madiun, Ada Apa?

    “Selama 14 hari (PSBL), nanti per hari kita evaluasi, hari pertama kita evaluasi, kedua kita evaluasi, kita harapkan kalau masyarakat mulai disiplin maka meminta saran dan petunjuk dari atasan dan Pemkot,” tandasnya.



    Editor : Arif Fajar Setiadi

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.