Di Madiun, Pecel Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Ini..

Pecel yang identik dengan Kota Madiun bertransformasi bukan lagi sekadar makanan, namun juga batik, lagu, dan patung.

Di Madiun, Pecel Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Ini.. Pecel Madiun. (instagram/@amazingmadiun)

    Madiunpos.com, MADIUN — Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu mendengar Kota Madiun? Selain dikenal dengan sebutan Kota Karismatik, Madiun lebih terkenal sebagai Kota Pecel. Dengan cita rasanya yang khas, membuat pecel Madiun berbeda dengan pecel lain dan selalu dikenang oleh wisatawan yang pernah merasakannya.

    Namun di Madiun, pecel tidak melulu soal makanan. Nama pecel juga dipakai untuk hal lain, apa saja itu? Ini dia:

    1. Batik Pecel

    Batik pincuk Madiun yang dikenakan siswa SMA. (Instagram/@smansamadiun)

    Di mata Sri Murniyati, pemilik Batik Murni Madiun di Jl. Halmahera Nomor 14, Kota Madiun, pecel tidak sekadar makanan khas. Lebih dari itu, pecel merupakan inspirasi untuk menciptakan berbagai kreativitas unik. Ia menuangkan inspirasinya ke lembaran kain batik.

    Melansir dari Solopos.com, wanita 51 tahun yang biasa dipanggil Murni ini mengaku sejak 2011 lalu ia mendapatkan inspirasi dari kuliner tradisional daerahnya untuk menciptakan karya berupa batik pecel Madiun.

    “Saya menciptakan kain batik bermotif berbagai bahan yang digunakan untuk membuat kuliner pecel, seperti kacang panjang, daun singkong, bunga turi, kacang tanah, cabai, dan lainnya,” tuturnya.

    Berbagai bahan pecel ini seluruhnya tertuang dalam batik pecel Madiun. Dibuat dalam berbagai variasi sehingga tidak monoton serta enak dilihat.

    Selain motifnya dari bahan-bahan kuliner pecel, Murni juga mengembangkan motif dengan tema serupa yaitu motif pecel pincuk atau wadah pecel yang terbuat dari daun pisang.

    “Madiun kan terkenal dengan pecelnya dan selama ini belum ada yang mengembangkan pecel ini jadi motif kain batik,” katanya.

    Akhirnya, batik pecel digunakan sebagai seragam wajib di instansi pemerintahan Kota Madiun. Tak hanya itu, sejak 2009 sampai dengan sekarang, pelajar SD, SMP, dan SMA di Kota Madiun setiap Kamis juga diwajibkan untuk memakai salah satu batik khas Madiun yaitu batik pincuk. Batik untuk pelajar SD warna dasarnya hijau, SMP biru muda, SMA kuning, dan SMK biru tua.

    2. Lagu Nasi Pecel

    Jika Sri Murniyati menjadikan pecel sebagai inspirasinya membuat batik, lain halnya halnya dengan  Lambertus Suwiryo. Pengajar di SMP Kristen Santo Yusuf Madiun ini menjadikan pecel sebagai sebuah lagu. Judulnya Nasi Pecel. Lagu ini kebanggan Kota Madiun tersebut biasa dinyanyikan saat upacara bendera atau acara-acara lainnya.

     

    3. Patung Penjual Nasi Pecel

     

    Patung penjual pecel di Kota Madiun. (kotagadisku.blogspot)

    Saking eratnya dengan sebutan Kota Pecel, Kota Madiun memiliki banyak patung penjual nasi pecel di beberapa jalan. Di antaranya di sebelah timur Gereja Santo Cornelius, di simpang empat arah Jl. Pahlawan, dan di sebelah barat kantor cabang Bank Mandiri.Bagaikan patung selamat datang, patung penjual pecel itu menyambut para pengguna jalan yang lalu lalang.

    Keberadaan patung-patung itu seakan melegitimasi Kota Madiun sebagai Kota Pecel dan menegaskan bahwa tidak ada kota lain yang bisa memberikan pengalaman makan nasi pecel sebaik Kota Madiun.

    Lantas, apa sih istimewanya pecel Madiun? Bila dilihat dari penampilannya, pecel Madiun ini hampir sama dengan pecel pada umumnya. Yang membuat pecel Madiun ini istimewa adalah penambahan jeruk purut pada bumbu kacangnya, sehingga memberikan aroma dan rasa yang sangat khas.

    Bumbu kacang pada pecel ini tidak terlalu encer serta memiliki rasa manis dan gurih yang sangat pas. Selain itu aroma jeruk purut dari bumbu kacang ini terasa halus sehingga membuat bumbu kacangnya terasa sedap.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.