Kasus Naik Terus, Ada Apa di Balik Penanganan Covid-19 di Surabaya?

Kesan adanya hubungan yang tak harmonis antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya menyeruak dalam penanganan Covid-19 di Surabaya.

Kasus Naik Terus, Ada Apa di Balik Penanganan Covid-19 di Surabaya? Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sujud di hadapan IDI Jatim. (detik.com)

    Madiunpos.com, SURABAYA — Jawa Timur menjadi provinsi paling mengerikan dalam hal pertumbuhan kasus Covid-19 di Tanah Air. Sejak beberapa hari lalu, Jatim “sukses” melewati DKI Jakarta dalam jumlah kasus Covid-19.

    Per Kamis (2/7/2020), jumlah kasus Covid-19 di Jatim tembus 12.682 kasus, bertambah 313 kasus dibanding sehari sebelumnya. Wilayah Surabaya Raya, terutama Kota Surabaya, menjadi penyumbang terbesar kenaikan kasus Covid-19 tiap harinya. Ada banyak “drama” dalam penanganan Covid-19 di Ibu Kota Jatim ini.

    Terbaru, hebohnya aksi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang sujud di hadapan Ketua IDI Jatim. Risma mengaku tertekan karena tidak bisa berkoordinasi dengan RSUD dr. Soetomo, RS rujukan Covid-19 yang dikelola Pemprov Jatim. Masyarakat kemudian menangkap kesan kuat adanya ketidakharmonisan antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya.

    13 Daerah di Jawa Timur Masih Berstatus Zona Merah

    Maka, tak aneh bila Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Surabaya meminta pemerintah daerah saling berkoordinasi dan kerja sama untuk mengatasi Covid-19 di Jatim yang kian mengkhawatirkan.

    Seorang warganet yang juga penulis buku A Man Called Ahok, Rudi Valinka, melalui akun Twitter-nya, @kurawa, menuliskan thread tentang kondisi di lapangan penanganan Covid-19 di Surabaya.

    Seperti dipantau Madiunpos.com pada Jumat (3/7/2020) pagi, thread Rudi Valinka yang diunggah pada Kamis (2/7/2020) itu telah 1.500 kali di-retweet dan mendapat  1.400 likes. Berikuti isi thread tersebut:

    Waduh! Dua Kepala Dinas di Surabaya Positif Covid-19

    Penyerahan donasi dan Evaluasi kasus Covid19 di Jawa Timur. Bagaimana kondisi riil di lapangan? Apakah 2 minggu batas waktu yg ditetapkan jokowi bisa terjadi..Yuuk simak penelusuran ini benar2 mencemaskan faktanya

    Pengalaman 3 hari menyerahkan donasi APD ke RS rujukan Covid19 di Jawa Timur terutama Surabaya yg disebut2 sebagai zona “Hitam” kami lihat dari beberapa sisi : tata kelola pemerintahan, kondisi masyarakat maupun kesiapan logistik. Sekiranya hasil evaluasi bisa dibaca @jokowi

    8 hari sejak presiden @jokowi memberikan batas waktu agar jatim bisa menurunkan jumlah covid19 jika melihat dari laporan BNPB hasilnya sangat menyedihkan, angka positif dan kematian masih besar terutama kematiannya. Belum ada tindakan nyata dan besar yg dilakukan disana

    Covid-19 Masih Mengancam, Festival Reog Ponorogo Ditiadakan

    1. Tidak adanya koordinasi yang baik antar pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya. Pertikaian kedua kepala daerah ini levelnya sudah kronis, tanpa mereka sadari muncullah 2 kubu di level lapangan. Kubu pemprov dan kubu pemkot.

    Kubu khofifiah dan kubu risma menciptakan perpecahan mulai dari warga, Rumah sakit, relawan hingga Rumah Sakit.. Ketika dilapangan kedua kubu ini saling menjelekkan satu sama lain. Jika ada yg pernah membantu pemkot maka ditolak pemprov begitu pula sebaliknya”

    “Saat kami menyerahkan donasi APD ke rumah sakit rujukan, kita ditanya dulu ini donasi pemkot/pemprov? Ketika dijawab ini dari team Cathy Sharon diproses cepat dengan ucapan.. oww kami kira dari pemkot/pemprov, karena pimpinan kami pasti menolaknya”
    “Faktanya semua RS rujukan ini benar2 membutuhkan APD lengkap (stock juga tidak banyak) namun karena urusan perselisihan kedua kepala daerah ini akhirnya mereka lebih memilih tdk menerima (mungkin dengan resiko dimutasi)”

    “Sebelum kami berangkat ke jawa timur dan surabaya kami baca berita kalo jatim tidak kekurangan APD, dan tdk ada 1 pun RS yang berani meminta spt saat di jabodetabek. Namun setelah kami kunjungi ke RS lgs fakta berbeda, nakes yg terima begitu senang karena APD mereka butuh sekali”

    “Kami tidak akan membahas siapa yang benar antara khofifah dan risma disini tapi yang mereka lupa berdua rivalitas mereka banyak memakan korban besar di lapangan. Koordinasi dan penanganan jadi kacau balau. Pesan @jokowi  agar ada perbaikan koordinasi tdk dijalankan, ego tinggi”

    Wali Murid Demo ke DPRD Surabaya Soal SKD di PPDB SMP

    “Jika kondisi rivalitas ini dibiarkan ratusan ribu orang akan terancam nyawanya. Presiden harus turun tangan langsung, lebih baik tunjuk 1 orang caretaker atau menunjuk Kapolda/Pangdam utk mengambil alih penanganan Covid19 di Jatim Tidak boleh lagi ada kubu2an”

    “Rivalitas antara khofifah dan Risma bahkan sdh membuat kesal pangdam Brawijaya. “Efek Drama” akhirnya jadi kata2 yang sering disebutkan oleh orang jatim. Padahal mungkin saja akibat saling blokade akhirmya menciptakan frustasi di lapangan. Ayo pak @jokowi  selesaikan”

    “Faktor ke 2 Kondisi Masyarakat Jawa Timur dengan pola hidup yang biasa2 saja seolah tidak ada apa2. Kita fokus di Surabaya karena angka positif yg besar ada disini, saat PSBB diterapkan mal, pasar, resto semua buka. Apalagi tidak PSBB benar2 mengkhawatirkan semua Normal aja”

    Via Vallen Bantah Sebut Tersangka Kotor dan Lusuh

    “Sampai hari ini kita belum paham mengapa bu Risma sama sekali tidak menerapkan PSBB secara ketat, jika melihat DKI jakarta dan Jabar yg terapkan PSBB secara ketat mungkin lain cerita. Orang2 di Surabaya bisa nongkrong hingga tengah malam di angkringan gak jelas bicara apa”

    “Hingga kemarin saat status zona “hitam” di surabaya ada, hanya resto junkfood spt KFC, MCD dkknya yang patuh tutup jam 9 malam, Sisanya angkringan dan tempat makan pinggir jalan bebas jadi tempat ngumpul dengan minim jaga jarak, tanpa masker”

    “Jika ada warga yang gunakan masker kain pun kami lihat sangat memprihatinkan dipakai dibawah dagu hanya sebagai “variasi”. Saat ditanya apa gak takut covid19 kebanyakan mereka bilang biasa saja. Tidak ada pengawas spt aparat keamanan yang menjaga. Apalg mau memberikan hukuman”

    54 Polisi Madiun Dijemur dan Dimandikan, Kenapa?

    “Saat kami memberikan masker Gemas ke pasar atau tempat keramaian antusiasme warga beda dengan wilayah jabodetabek. Sikap “keras” memang muncul disini, penertiban warga surabaya harus dilakukan lebih tegas. Masker kain tidak akan cukup lebih dari 10% utk melindungi mereka”

    “Pemkot surabaya hanya melakukan proteksi seolah2 covid19 ini hewan berbentuk nyata, setiap lampu merah diberikan semprotan disinfectan, beberapa tempat disediakan tempat cuci tangan yang bentuknya menyedihkan : airnya habis tanpa sabun. Padahal perubahan sikap yg paling utama”

    “Faktor ke 3 : Infrastruktur dan Logistik Kejadian bu risma yang melakukan sujud ke hadapan dokter di RSUD soetomo adalah bukti buruknya rivalitas dan minimnya infrastruktur kesehatan milik pemerintah. Semua RS rujukan penuh, saat warga susah mau dirawat approvalnya sulit”

    Ini Dia Wajah Fans yang Membakar Mobil Mewah Via Vallen

    “Dari info tim yang diterima, status alamat tinggal KTP dijadikan rujukan apakah pasien bisa dirawat atau tidak, lagi2 ini karena rivalitas tetapi yang penting menurut gue karena jumlah RS nya yang sedikit. Bandingkan dengan Jakarta lgs dibuat Wisma Atlit + RS rujukan besar”

    “Jumlah positif covid19 di Jatim sdh mengalahkan Jakarta beberapa hari lalu tapi yang diributkan hanya soal RSUD Dr Soetomo.. gue ngebayangin orang2 susah yg terpapar covid19 tanpa perawatan bagaimana nasib mereka selain jadi carrier ke orang2 dekat mereka”

    “Pemerintah pusat @jokowi  harus segera membuat RS khusus Covid19 spt wisma atlet di Jakarta. Jika ini telat maka ledakan jumlah positif sangat mungkin. Bunyi sirine ambulan di Surabaya membawa pasien covid19 sangat sering kita jumpai, kita khawatir tdk ada lagi ruang perawatan”

    Apa Kabar Kasus Bentrokan di Saradan Madiun?

    “Saat kami ke RSU Haji yang juga dijadikan rujukan covid19 kondisinya mengkhawatirkan, banyak orang2 yang duduk2 di depan RS tsb saat kita tanya ngapain? Katanya anterin dan jaga keluarganya yg dirawat covid19. Sangat tidak steril dan jauh dari ketat”

    “Lalu bagaimana kondisi logistik BPBD jatim dalam penyaluran APD Mereka ada 3 gudang, jika kita lihat dengan jumlah penduduk hampir 40 juta jiwa stock spt ini mengkhawatirkan dan isinya juga tidak banyak utk APD standar medis”

    “Inilah penampakan salah satu gudang BPBD, stock tempat cuci tangan donasi dengan bentuk seadanya ditaro ditempat2 umum, hanya dengan 15 orang cuci tangan air habis tanpa sabun dan memegang on off pakai tangan. Ayo dong jutawan jatim bantu”

    Hendak ke Pasar, Pasutri di Magetan Meninggal Tertabrak KA Barang

    “Ada kesulitan besar saat RS umum hendak mengajukan permintaan donasi ke BPBD, mereka harus menyiapkan mobil sendiri utk mengambil yang mana barang yg diminta pun belum tentu ada. Jadi ayo warga jatim bantu dong RS utk transportasi mereka dalam mengambil donasi ke BPBD”

    “Mobil2 dinas BPBD difokuskan utk menyalurkan donasi ke pesantren2 tanpa mintapun diberikan oleh pemprov jatim, ini juga aneh harusnya RS dulu yang diprioritaskan, karena garda terdepan itu RS .. maka jangan heran banyak nakes di jatim yang positif Covid19”

    “Semua RS Umum di Jatim intinya darurat APD, cuma sayang ini tidak naik di media. Jika RS swasta dipastikan pasien akan dicharge biaya APD saat dirawat harganya tentu tidak murah. Selagi pemerintah pusat akan menyiapkan kebutuhan ini gue mohon ayo orang2 baik jatim bantulah”
    “Dari beberapa teman2 gue yang punya koneksi dengan warga mampu Jatim masih banyak yang denial ( bantah) kalo kondisi jatim “baik2″ saja, belum ada rasa empati padahal kondisi ini ujung2nya juga bisa membunuh mereka jika tertular. Jatim sdh harus darurat sipil”

    “Sementara ini dulu hasil pengamatan dan evaluasi tim donasi kita di Jawa Timur, nanti jika ada update terbaru akan disampaikan lagi. Jatim bisa menjadi bom waktu, ayo sebelum meledak kita cegah. Pak @jokowi  Mohon dengan sangat diperhatikan yah. Nuwun Sewu.”

     

     



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.