Pemkab Madiun Terjunkan Inspektorat untuk Selidiki Beras BPNT Berkutu

Pemkab Madiun akan menindaklanjuti laporan masyarakat soal beras BPNT berkutu dengan menerjunkan Inspektorat untuk menyelidikinya.

Pemkab Madiun Terjunkan Inspektorat untuk Selidiki Beras BPNT Berkutu Beras BPNT yang diterima warga di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun pada bulan Juni 2020. (Istimewa)

    Madiunpos.com, MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun geram dengan adanya laporan masyarakat terkait beras BPNT berkutu di Desa Purworejo, Kecamatan Geger. Pemkab menerjunkan tim dari Inspektorat untuk menyelidiki kasus beras berkutu tersebut.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait beras Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang diterima masyarakat rusak dan berkutu.

    Dia meminta kepada Dinas Sosial yang menangani bantuan sosial ini untuk segera mendata lokasi mana saja yang ditemukan bantuan beras berkutu dan rusak itu. Setelah ada laporan tertulis dari Dinsos, pihak Inspektorat akan terjun untuk menangani kasus ini dan mencari kebenarannya.

    Warga Madiun Protes Beras Bantuan Covid-19 Berkutu

    “Ini menjadi langkah untuk memperbaiki proses distribusi pada bulan-bulan berikutnya,” kata dia, Jumat (3/7/2020).

    Tontro meminta kepada pihak Bulog maupun supplier beras BPNT untuk segera mengganti beras yang rusak dan berkutu. Pemerintah akan mengevaluasi supplier nakal yang sengaja memberikan beras kualitas buruk.

    Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga miskin penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun mengeluhkan kualitas beras bantuan yang jelek dan berkutu.

    54 Polisi Madiun Dijemur dan Dimandikan, Kenapa?

    Kepala Desa Purworejo, Suprayogi, mengatakan pemerintah desa telah menerima keluhan dari sejumlah warga penerima BPNT. Keluhan mereka terkait kualitas beras yang diterima melalui bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos).

    Dia menuturkan beras bantuan tersebut dianggap tidak layak konsumsi dan berkutu. Sehingga warga mengeluhkan. Warga meminta kualitas beras bantuan diperbaiki lagi sehingga lebih layak untuk dikonsumsi.

    “Baru kali ini beras bantuan yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) tidak layak. Sebelumnya tidak pernah ada keluhan terkait beras tidak layak seperti sekarang,” kata dia, Selasa (30/6/2020).

    769 Anak Lolos Seleksi PPDB Jenjang SD dan SMP di Madiun

     



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.