Warga Magetan Yang Positif Covid-19 Bertambah Satu, Ketahuan Setelah Meninggal

Ada satu lagi warga Magetan yang positif Covid-19 dan sudah meninggal dunia.

Warga Magetan Yang Positif Covid-19 Bertambah Satu, Ketahuan Setelah Meninggal Petugas melihat peta sebaran kasus corona di Kabupaten Magetan, Jatim di Posko Bencana Non-Alam Pandemi Covid-19 Magetan. Di wilayah Magetan, tercatat sembilan orang terkonfirmasi positif Covid-19. (Antara )

    Madiunpos.com, MAGETAN — Jumlah warga Magetan, Jawa Timur, yang positif virus corona (Covid-19) bertambah satu menjadi 9 orang. Sementara Desa Mojopurno di Kecamatan Ngariboyo, menjadi desa yang paling banyak kasus Covid-19-nya di Magetan.

    Berdasarkan pantauan Madiunpos.com di lama kominfo.magetan.go.id per Selasa (31/3/2020), jumlah pasien positif 9 orang, 9 pasien dalam pengawasan (PDP) dengan 6 di antaranya sembuh dan satu meninggal, 45 orang dalam pemantauan (ODP) dengan 11 di antaranya sembuh.

    “Ada satu tambahan [kasus covid-19], namun sudah meninggal dunia pada Jumat (27/3/2020) di Sidoarjo,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, Didik Setyo Margono, Senin (30/3/2020), seperti dilansir Antara.

    Perantau yang Pulang ke Ponorogo Berstatus ODR Corona

    Menurut dia, hasil laboratorium pasien yang bersangkutan baru keluar belakangan setelah korban meninggal. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi corona.

    Setelah ditelusuri oleh tim Dinkes Provinsi Jatim dan Magetan, yang bersangkutan tersebut juga merupakan masuk klaster Bogor. Sebelum meninggal, pasien juga pernah mengikuti seminar di Bogor kemudian sakit dan dirawat di rumah sakit swasta di Madiun.

    “Setelah itu, yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit di Sidoarjo dan meninggal dunia di sana,” kata Didik lebih lanjut.

    Mulai April, Pemkot Madiun Bagikan Bantuan Bagi Warga Terdampak Corona

    Sementara delapan pasien positif corona asal Magetan yang lain, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soedono Madiun. Kondisi mereka terpantau membaik.

    Didik menambahkan, selain ada satu PDP yang meninggal, terdapat empat PDP yang dirawat di RSUD Soedono Madiun diketahui hasil uji spesimennya negatif. Demikian juga untuk 10 orang dalam pemantauan (ODP).

    “Karena hasilnya negatif, empat PDP tersebut dipulangkan oleh pihak RSUD dr Soedono Madiun,” kata dia.

    Rapid Test

    Sementara di Jatim, pasien positif corona kini menjadi 91 orang, 366 PDP, dan 5.812 ODP. Sampang dan Sumenep masih menjadi kabupaten paling aman karena hanya memiliki ODP.
    Dari 1.316 orang yang dilakukan rapid test virus corona (Covid-19) di Jawa Timur, terdapat 28 orang yang positif dinyatakan mengidap virus corona.

    Kelamaan Di Rumah Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Ini Cara Mudah Mengatasinya

    “Jadi sudah ada 1.316 yang dilakukan rapid test di Jawa Timur. Dari angka tersebut, ditemukan ada 28 yang positif,” ucap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Grahadi Surabaya, pada Senin (30/3/2020) petang.

    Namun, Khofifah membantah bila 28 orang yang dinyatakan positif virus corona dari hasil rapid test, termasuk data 91 orang positif corona yang datanya ada di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov Jawa Timur.

    Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, bila hasil rapid test positif maka seseorang tersebut akan ditindaklanjuti dengan dilakukan tes PCR menggunakan swab.

    “Sehingga jika ada rapid test yang positif, maka akan dilakukan tes PCR menggunakan swab dan hasilnya akan diumumkan pemerintah pusat jika positif. Jadi itu datanya berbeda dengan 91 orang yang diumumkan sebelumnya,” tutur Khofifah.

    Angka 1.316 orang yang dilakukan rapid test berasal petugas medis sebanyak 865 orang, 146 PDP, 151 ODP, dan sisanya 154 orang dengan risiko (ODR)

    “Poinnya mereka yang positif rapid test masih harus dilakukan tes PCR menggunakan swab. Bila positif, yang mengumumkannya ada pemerintah pusat,” tuturnya.



    Editor : Kaled Hasby Ashshidiqy

    Get the amazing news right in your inbox

    Berita Terpopuler

    0 Komentar

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

    Komentar Ditutup.